Menerapkan digital skills sangat penting di era pandemi. Digital skills itu sendiri adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital, mulai dari website hingga beragam aplikasi di smartphone yang pastinya sudah menjadi alat yang semakin intens kita gunakan sehari-hari.

Selain itu, kita juga harus memahami bahwa pengguna media digital mampu mendapatkan peluang di dunia digital bila menerapkan digital skills dengan baik, misalnya dengan cara memberi edukasi, berkreasi membuat konten positif, dan juga berkolaborasi.

Menyikapi hal itu, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital dalam menggelar webinar dengan tajuk “Tetap Produktif di Era Pandemi”. Webinar yang digelar pada Selasa (6/7/2021) diikuti oleh puluhan peserta secara daring.

Dalam forum tersebut hadir Daniel J Mandagie (Kaizen Room), Dr Ade Maharini A SSos MM CFP (dosen FEB Universitas Ngurah Rai Denpasar Bali & IAPA), Abdul Rohim (Redaktur Langgar.co), Yuli Setiyowati (Kaizen Room), dan Nessa Salvyana (architect dan interior designer) selaku narasumber.

Konsumtif jadi produktif

Dalam pemaparannya, Dr Ade Maharini A SSos MM CFP menyampaikan, “Di era pandemi ini, kita harus mengubah mindset konsumtif menjadi produktif. Kita bisa menjadi lebih produktif dengan cara memproduksi konten berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, mendistribusikan konten yang direpresentasikan dengan aktivitas berbagi dan penyertaan sikap yang mengamplifikasi pesan, berpartisipasi aktif dalam aktivitas digital berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, serta berkolaborasi aktif dalam komunitas digital melalui aktivitas digital yang diinisiasi, dikelola dan dipimpin.”

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjadi warga digital yang berbudaya dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang produktif di era pandemi; kritis, memiliki kematangan bermedia sosial, dan berinisiatif dalam berkolaborasi.

“Kita harus memanfaatkan media sosial, yang memudahkan para penggunanya untuk melakukan interaksi sosial secara online. Di sana kita bisa berkomunikasi, networking, sharing, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Para partisipan yang hadir juga dipersilahkan untuk mengutarakan pertanyaan dan tanggapan. Salah satu peserta bernama Rifqi menyampaikan pertanyaan, “Bagaimana cara mengubah produktivitas netizen atau orang Indonesia dari produktif dalam hal negatif menjadi produktif yang positif?”

Pertanyaan tersebut pun dijawab dengan lugas oleh Abdul Rohim. “Kita harus beradapatasi di era baru ini. Dengan adanya dunia digital, kita mengetahui di satu sisi bahwa dunia digital itu banyak kemudahan, seperti dalam mengakses informasi. Kita juga harus mengimbangi dan memahami persoalannya juga,” ujarnya.

Pada dasarnya, lanjut Abdul Rohim, jika kita tidak mengetahui sisi negatifnya, kita akan tercebur dan terseret menjadi subyek konsumen dari sistem algoritma. Kita harus tetap sadar diri bahwa kita hidup di realitas yang berhubungan dengan berbagai hal bukan hanya di dunia maya.

“Ingat dan selalu waspada bahwa ini adalah dunia baru yang harus kita pahami dan kita cerma matang-matang untuk kita olah, dan ketika kita sudah memahaminya secara matang dengan terbantu oleh literasi digital, bisa kita manfaatkan untuk menjadi produktif yang positif,” pungkasnya.

Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Kota Jakarta Utara. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, mengingat program literasi digital ini hanya akan sukses mencapai target 12,5 juta partisipan jika turut didukung oleh semua pihak yang terlibat.