AdvertorialKesehatan

Peresmian Rumah Sakit Ukrida, “The 1967’s Dream Comes True”

Setelah penantian panjang sejak tahun 1967, akhirnya Rumah Sakit Ukrida resmi dibuka pada Sabtu (12/12/2020). Namun, berbeda dari acara peresmian pada umumnya, RS Ukrida mengemas pergelaran tersebut secara virtual, mengingat pandemi yang masih terjadi.

Penandatanganan prasasti — Rektor Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Dr dr Wani Devita Gunardi Sp MK (K); Ketua Umum Yayasan Pendidikan Tinggi Kristen Krida Wacana (YPTK-KW) Dr Ir Hidajat Lesmana MT; Ketua Umum Badan Pekerja Majelis GKI Sinode Wilayah Jawa Barat Pendeta Sheph Davidy Jonazh; Direktur Utama PT Upadana Krista Dipta Arjasa Suharjanto Nicolaus; Direktur RS Ukrida dr Fushen MH MM FISQua (dari kiri ke kanan) melakukan penandatanganan prasasti peresmian dalam acara pembukaan RS Ukrida.

Acara yang berlangsung selama lebih kurang 1 jam tersebut diisi dengan sejumlah sambutan, mulai dari pendiri Ukrida Uripto Widjaja hingga mereka yang dulu turut berkontribusi dalam persiapan RS Ukrida.

Satu poin penting yang menjadi pesan Uripto adalah rumah sakit bukan tempat untuk mencari keuntungan, melainkan lebih pada tempat untuk melayani. Oleh karena itu, semua unsur pendukung harus siap memberikan pelayanan.

“Percayalah kepada pimpinan Tuhan. Dengan begitu, kita tidak akan menemui jalan buntu dan akan mampu mengatasi kesulitan. RS Ukrida pun akan menjadi jaya, menjadi ikon, tiang yang kuat untuk Ukrida,” lanjutnya.

Tim RS Ukrida

Selain itu, acara diisi dengan pemutaran video profil perusahaan RS Ukrida, penampilan yang sangat apik dari Paduan Suara Ukrida, Voxa, virtual hospital tour di RS Ukrida, serta flash mob hand hygiene dari tim RS Ukrida.

Jauh sebelum pandemi, RS Ukrida sebenarnya sudah beberapa kali mengadakan tur untuk pihak internal Ukrida. Kegiatan ini akhirnya harus turut menyesuaikan dengan situasi pandemi yang terjadi. Tur rumah sakit yang dikemas dalam bentuk video diharapkan mampu menjawab keingintahuan masyarakat terhadap rumah sakit ini, setidaknya hingga pandemi usai.

Layani pasien Covid-19

Masih terkait pandemi, pada awal pembukaannya, RS Ukrida akan melayani pasien Covid-19. Pelayanan ini dimulai seminggu setelah rumah sakit resmi dibuka hingga beberapa waktu mendatang, dengan mempertimbangkan situasi yang terus berkembang.

“RS Ukrida akan menyediakan lima puluh tempat tidur bagi pasien Covid-19. Tiap pasien akan ditempatkan di ruang perawatan berbeda, yaitu satu kamar untuk satu pasien. Selain itu, diterapkan pula zonasi dan standar khusus Covid-19,” kata Direktur RS Ukrida dr Fushen MH MM FISQua.

Pengguntingan rangkaian bunga — Peresmian pembukaan RS Ukrida ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga oleh Direktur RS Ukrida dr Fushen MH MM FISQua; Ketua Umum Yayasan Pendidikan Tinggi Kristen Krida Wacana (YPTK-KW) Dr Ir Hidajat Lesmana MT; Ketua Umum Badan Pekerja Majelis GKI Sinode Wilayah Jawa Barat Pendeta Sheph Davidy Jonazh; Direktur Utama PT Upadana Krista Dipta Arjasa Suharjanto Nicolaus; Rektor Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Dr dr Wani Devita Gunardi SpMK (K) (dari kiri ke kanan).

Zonasi dan standar khusus Covid-19 ditujukan untuk memastikan penanganan pasien berjalan lancar dan maksimal. Di samping itu, prosedur tersebut menjaga supaya keamanan para pekerja ataupun mereka yang berada di lingkungan rumah sakit bisa lebih terjamin.

Bangunan RS Ukrida terdiri dari delapan lantai, di luar basement dan rooftop. Tiga lantai di antaranya, yang diperuntukkan bagi ruang perawatan, akan digunakan sebagai ruang perawatan pasien Covid-19 ataupun asrama untuk para tenaga kesehatan.