Kabupaten Karawang telah tumbuh menjadi kawasan bisnis dan investasi yang memukau. Dulu, Karawang hanya dikenal sebagai lumbung padi. Namun, kini, Karawang juga telah tersohor sebagai kota bisnis modern dan akan menjadi kota yang menghubungkan dua kota megapolitan, Jakarta dan Bandung.

Dari sistem pengupahan, Karawang bahkan tetap menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Ini sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Barat tentang upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2019. UMK Kabupaten Karawang ditetapkan sebesar Rp 4.234.010.

Dengan luas wilayah sebesar 1.737,53 kilometer persegi dengan jumlah penduduk yang sudah mencapai 2,5 juta orang, Karawang akan menjadi kawasan yang tumbuh dengan pesat. Pertumbuhan Karawang ditunjang oleh berbagai rencana pemerintah daerah dan pusat. Contohnya, transit oriented development (TOD) kereta cepat Jakarta–Bandung yang akan melewati Kota Karawang, jalan tol layang Jakarta–Cikampek, rencana pembangunan bandara Karawang, dan pembangunan pelabuhan peti kemas Patimban untuk men­dukung sektor industri dan bisnis.

Kepala Bidang Penataan Ruang Ka­bupaten Karawang Yadi Mulyadi, Rabu (12/6/2019), mengatakan, rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2011–2031 Kabupaten Kara­wang sejauh ini masih sesuai alur. “Kami membangun infrastruktur baik jalan, akses tol, jembatan, hingga underpass untuk mendukung kelancaran mobilitas warga Kara­wang dan menunjang kebutuhan industri dan bisnis.”

Yadi menambahkan, zonasi kawasan di Karawang cukup jelas antara zona industri, bisnis, dan zona permukiman. Khusus untuk kereta cepat, Yadi mengungkapkan bahwa nantinya moda transportasi ini akan semakin melancarkan mobilitas warga dan pelaku industri dan bisnis di Karawang, baik yang akan menuju Bandung maupun yang ingin pergi ke Jakarta.

“1.000 hektar tanah milik negara telah disiapkan untuk pembangunan bandara Karawang sesuai dengan peraturan pe­me­rintah,” ujarnya.

Menurut data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, luas lahan industri dan bisnis di Karawang mencapai 13.756,358 hektar. Ini meliputi kawasan industri khusus seluas 3.138,758 hektar yang menaungi Kawasan Kujang, Indotaise, dan Mandala Pratama; kawasan industri seluas 5.500 hektar yang melingkupi Karawang International Industrial City (KIIC), Surya Cipta, dan Industri Mitra Karawang (KIM); serta zona industri seluas 5.117,6 hektar yang memayungi Teluk Jambe Barat, Karawang, Teluk Jambe Timur, Cikampek, Klari, Purwasari, Pangkalan, dan Rengasdengklok.

Khusus di Karawang Barat, perkembangan kawasannya lebih terasa progresif sebab kawasan industri dan bisnis rata-rata berada di sini. Kawasan industri dan bisnis tentu menarik banyak tenaga kerja, baik dalam maupun luar negeri.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Kara­wang HA Suroto mengatakan, sekitar 400 perusahaan menggunakan tenaga kerja asing (TKA) di level setingkat manajer dan level di atasnya. Pada 2018, jumlah TKA ini sebanyak 2.535 orang, yang terdiri atas 2.465 TKA laki-laki dan 70 orang TKA perempuan. Yang didominasi oleh Jepang dan Korea.

Di samping itu, saat seluruh TKA tinggal di Karawang, berbagai sektor perekonomian Karawang akan turut hidup. Contohnya, apartemen dan hotel akan meningkat kete­risiannya, dan pengembang bisa mening­katkan pembangunan perumahan. Tempat wisata dan restoran pun juga akan mendapat keuntungan lebih dari para TKA yang membelanjakan uangnya di Karawang.

“Save the best for last”

Bagi pengembang, kecepatan pertum­buhan Karawang Barat menjadi lumbung potensi pasar tersendiri. Hal ini mengingat ada ribuan pekerja di Karawang Barat yang masih membutuhkan hunian, baik untuk tempat tinggal primer, ru­mah kedua, maupun investasi.

Pengembang kenamaan PT Agung Podomoro Land Tbk contohnya. Setelah sukses membangun dan memasarkan Grand Taruma, Agung Podomoro Land kembali menghadirkan karya terbaik di Karawang Barat.

Proyek baru bernama Taruma City ini akan menjadi area lengkap terpadu yang terdiri atas tiga kluster rumah tapak, ruko, taman tematik, club house, dan pusat kuliner. Ditilik dari lokasinya, proyek residensial ini terletak di jantung Karawang Barat, yakni di Jalan Kertabumi 1 atau Bundaran Tugu Padi Karawang.

GM Marketing Taruma City Rina Irawan mengatakan, lokasi Taruma City tak perlu diragukan lagi. “Ini sangat strategis. Sangat premium, last piece dan best piece di pusat kota Karawang Barat. Tidak ada lahan perumahan lagi di Karawang Barat yang posisinya seperti ini. Dekat dengan sekolah bermutu, rumah sakit, hanya 8 menit dari exit tol Karawang Barat. Taruma City akan memenuhi setiap kebutuhan penghuninya maupun masyarakat kota Karawang dan sekitarnya. Termasuk para ekspatriat yang bekerja di Karawang.”

Taruma City akan menjadi kawasan elit dan one of a kind di kota Karawang, berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektar dan hanya selangkah ke pusat pemerintahan. Rina memaparkan bahwa Taruma City kelak akan menjadi central business district. “Kalau diibaratkan, ini semacam ka­wasan Sudirman di Jakarta yang captive market-nya sudah terbentuk. Lokasi Taruma City yang terletak di Jalan Kertabumi 1 layaknya Kertabumi Central Business District sehingga lifestyle walk to business akan tercipta.”

Sebagai tahap awal, Agung Podomoro Land akan membangun kluster pertama rumah tapak yang diberi nama Mariposa. “Unit di kluster pertama ini, jumlah unit sangat terbatas hanya 60 unit dan sudah banyak yang memberikan tanda minat. Harganya Rp 800 jutaan. Ini jelas sangat kompetitif, rumah modern minimalis di jantung kota dengan harga seperti ini. Apalagi Agung Podomoro Land selalu menghadirkan spesifikasi bangunan yang berkualitas. Kami menjaga benar mutu produk kami Ini bagian dari kepercayaan konsumen yang tak bisa dibeli,” terang Rina.

This slideshow requires JavaScript.

Rina optimistis peluang usaha di Karawang masih sangat luas. “Karena didukung pertumbuhan ekonomi dan konsumsi rumah tangga yang tinggi, membuat kota ini semakin cocok untuk investasi. Apalagi dengan bukti peningkatan margin yang signifikan dari investasi properti di Agung Podomoro Land ditambah lokasinya di tengah kota pastinya akan menjadi investasi yang sangat menguntungkan.”

Bila selama ini penduduk Karawang memilih membeli properti di luar negeri, kini saatnya menempatkan dananya di Karawang Barat untuk memiliki hunian yang berkualitas, berkelas, modern, dan aman.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi (0267) 845 09 88, WhatsApp 0821 3888 8158, dan kunjungi situs web taruma.city. Bisa juga datang langsung ke Marketing Gallery di Jalan Tarumanagara Kav 8 Arteri Tol Karawang Barat 1.

Tags : featured
Tyas Ing Kalbu
penulis yang disayang Tuhan

Leave a Response