Hasil survei Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional 2015 menunjukkan, laju pertumbuhan penduduk Indonesia 1,49 persen atau terdapat 4,5 juta kelahiran setiap tahunnya, yang setara dengan total jumlah penduduk Singapura. Yang perlu dilakukan kemudian adalah mengantisipasi peluang bonus demografi.

Bonus demografi merupakan kondisi jumlah penduduk usia produktif (15–64 tahun) lebih besar daripada usia nonproduktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Kondisi ini akan menguntungkan dan berdampak luas untuk pertumbuhan ekonomi bila tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Jika sebaliknya, kondisi ini justru memunculkan persoalan sosial, seperti kemiskinan, kesehatan tidak baik, pengangguran, dan kualitas keluarga yang rendah.

Memutus rantai kemiskinan dan menciptakan hidup yang lebih sejahtera bagi setiap individu ini pun menjadi isu global. Pada 2005, misalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, terdapat lebih dari 80 juta kehamilan di dunia yang tidak dikehendaki. Dari 211 juta kehamilan yang terjadi setiap tahunnya, lebih dari 40 juta kehamilan berakhir dengan aborsi. Merespons kondisi ini pada 2007, koalisi 16 lembaga nonprofit internasional, sains, dan pemerintah menginisiasi ditetapkannya Hari Kontrasepsi Sedunia pada 26 September.

Meningkatkan kesadaran warga

Hari Kontrasepsi Sedunia ini bertujuan menurunkan angka kehamilan yang tidak diinginkan, menurunkan angka aborsi, menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta mewujudkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan bagi perempuan, anak-anak, dan keluarga.

Dalam rangkaian Hari Kontrasepsi Dunia, Kontrasepsi Andalan menggelar kampanye #ThanksToBirthControl secara digital dengan menggandeng para influencers, yang bertujuan menggugah kesadaran masyarakat akan arti pentingnya penggunaan kontrasepsi.

GM Family Planning & Reproductive Health DKT Indonesia Aditya Anugrah Putra, yang juga membawahkan Kontrasepsi Andalan, mengungkapkan, “Diperkirakan, penggunaan kontrasepsi dapat mengurangi 112 juta aborsi, 1,1 juta kematian bayi, dan 150 ribu kematian ibu. Bahkan, setiap 1 dollar AS yang diinvestasikan untuk kontrasepsi, dapat menghemat 1,47 dollar AS dalam perawatan kesehatan untuk kehamilan. Hal ini juga berdampak pada berkurangnya jumlah angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi yang baru lahir.”

Hanya, mitos dan miskonsepsi tentang penggunaan kontrasepsi masih menjadi penghalang penggunaan kontrasepsi di Indonesia. Padahal, menurut spesialis kandungan Brawijaya Women & Children Hospital dr Tirsa Verani SpOG, “Kontrasepsi memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan emosional seorang perempuan. Kontrasepsi memungkinkan perempuan menjadi orangtua yang lebih baik. Pasangan yang merencanakan anaknya cenderung lebih berbahagia. Sementara itu, pasangan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan, sering mudah depresi dan cemas. Lebih lanjut, mereka yang tidak siap menjadi orangtua cenderung mengembangkan hubungan buruk dengan anak mereka. Selain itu, kehamilan dengan jarak yang berdekatan juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat lebih rendah.”

Tirsa menambahkan, seiring kemajuan riset dan kebutuhan perempuan masa kini, kontrasepsi generasi baru diciptakan dengan memberi nilai lebih. Ada yang memiliki kandungan zat besi, dapat membantu mencegah jerawat, membuat kulit halus, serta berbagai manfaat kecantikan lainnya sehingga semakin menambah kualitas bagi penggunanya.

Melalui program Pilihanku, Kontrasepsi Andalan memiliki misi untuk meningkatkan wawasan kontrasepsi masyarakat Indonesia dengan menyediakan beragam pilihan metode alat kontrasepsi, termasuk ragam IUD dan implan.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa kontrasepsi merupakan alat investasi kesehatan yang paling sederhana dalam keluarga berencana untuk menyelamatkan kehidupan dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Pada skala global, kontrasepsi memainkan peran lintas sektor terpenting dalam memberikan kontribusi terbanyak bagi tujuan pembangunan berkelanjutan jangka panjang,” pungkas Aditya. [IKLAN/*/ADT]

 

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 24 September 2017

Tags : Andalan
Kompas Adv
Advertising division of Kompas Daily Newspaper, the largest national newspaper in Indonesia. All content are published in printed newspaper.

Leave a Response