Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo melepas lebih dari 26.000 pemudik yang menggunakan bus dari parkir timur Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (30/5/2019) pagi. Mudik gratis ini bertajuk BUMN Mudik Bareng Idul Fitri 2019 dan mengusung tema “Mudik Bareng Asyik Lancar”.

Dalam kesempatan ini, Dirut Jasa Raharja juga bertindak sebagai Ketua Satgas Program BUMN Mudik Bareng Idul Fitri 2019. Ditemui di GBK, Budi Rahardjo mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh BUMN dan para direksi yang telah mendukung agenda ini.

“Tahun ini, Jasa Raharja berkontribusi dengan meningkatkan kuota pemudik sebesar 6 persen. Jadi, Jasa Raharja 2019 ini memberangkatkan sebanyak 40.180 pemudik,” katanya.

Tujuan dari kegiatan penyelenggaraan BUMN Mudik Bareng, lanjut Budi Rahardjo, antara lain mengalihkan pemudik pengguna sepeda motor ke moda transportasi bus, kereta api, dan kapal laut untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Kemudian, membantu dan memenuhi harapan masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk mudik ke kampung halaman.

“Tahun ini, pemudik yang diberangkatkan sebanyak 250.338 orang. Angka ini naik 22,32 persen dari realisasi tahun 2018 yang sebesar 204.146 orang. Rinciannya yakni moda bus 3.897 unit dengan 180.609 pemudik, kapal laut 138 trip dengan 52.231 pemudik, kereta api 49 rangkaian dengan 15.693 pemudik, dan pesawat 76 flight dengan 1.805 pemudik. Bus yang berangkat dari GBK kurang lebih 526 unit,” terang Budi Rahardjo.

Tujuan dan titik keberangkatan BUMN Mudik Bareng Idul Fitri 2019 dengan transportasi bus, kapal laut, kereta api, dan pesawat diberangkatkan dari 56 kota. Jumlah ini terdiri atas 22 kota di Pulau Jawa dan 34 kota di luar Jawa. Kota tujuan terdiri atas 136 kota, 57 kota di Pulau Jawa dan 79 kota di luar Jawa.

“Para pemudik juga mendapat kaos, topi, goodie bag berisi snack dan obat-obatan ringan. Selain itu, mendapat premi asuransi untuk jangka waktu 14 hari kalender. Jasa Raharja sendiri juga membangun pos kesehatan sebanyak kurang lebih 160 titik di terminal dan pelabuhan. Juga menyediakan sekitar 15 rest area untuk pemudik yang tetap menggunakan sepeda motor,” jelas Budi Rahardjo.

Pada Selasa (28/5), Jasa Raharja juga melepas langsung 608 pemudik menggunakan Kereta Api Jayabaya dengan rute Stasiun Pasar Senen Jakarta–Pasar Turi Surabaya.

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 2 Juni 2019.

Tyas Ing Kalbu
penulis yang disayang Tuhan

Leave a Response