Inovasi pendidikan berbasis teknologi digital menghadirkan banyak manfaat. Namun, orang tua perlu lebih terlibat dalam penggunaan media digital untuk anak. Hal itu terungkap dalam webinar “Literasi Digital untuk Pembangunan Inovasi Pendidikan” yang diadakan Rabu (16/6/2021).

Webinar diselenggarakan khusus bagi 14 kabupaten/kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Webinar mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yaitu Mochamad Azis Nasution (Pemimpin Redaksi Channel9.id), Novi Kurnia PhD (dosen Fisipol Universitas Gadjah Mada & Japelidi), AAM Abdul Nasir (Assistenprofesi.id), dan Adetya Ilham (Kaizen Room).

Manfaat untuk pendidikan

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. AAM Abdul Nasir membuka webinar dengan menyampaikan, manfaat literasi digital untuk pendidikan antara lain adalah menghemat waktu, belajar lebih cepat dan efisien, dan memperoleh informasi terkini dengan capat.

“Inovasi pendidikan adalah ide atau gagasan berupa barang dan metode pembelajaran dalam lembaga pendidikan yang dapat dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru. Konsep di balik pendidikan berbasis kompetensi yaitu paling baik diukur dari penguasaan siswa terhadap pembelajaran, bukan jumlah jam yang dihabiskan di ruang kelas,” ujarnya.

Oleh karena itu, guru harus memiliki minat terhadap mata pelajaran yang diajarkan dan pola pikir guru tentang bagaimana merancang dan menyampaikan konten sangat penting untuk proses pembelajaran yang inovatif.

Adetya Ilham kemudian menjelaskan, “Harapan dari penggunaan internet adalah untuk mendapatkan benefit lebih dari hasil pencarian, mengingat bahwa kini konten  mudah sekali dibagikan. Walau begitu, dalam dunia pendidikan dan terkait pencarian informasi dan wawasan, masih ada aja hambatan dalam bentuk tidak mengetahui ataupun kesulitan menggunakan teknologi.”

Ia juga menekankan, walau semakin mudah mendapatkan informasi secara online dan real time, masih harus menerapkan etika digital ketika menggunakan media digital.

“Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Penentu keberhasilan PJJ

Mochamad Azis Nasution kemudian memaparkan, pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan sarana teknologi yang sudah tersedia, seperti video conference dan media sosial yang sifatnya sudah high technology.

“Beberapa faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan online learning adalah manajemen institusi, lingkungan belajar, desain pembelajaran, layanan pendukung, dan evaluasi pembelajaran,” ujarnya. Dengan demikian, ia menambahkan, menjadi penting untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut.

Novi Kurnia PhD melanjutkan webinar dengan memaparkan, berbagi identitas pribadi adalah cara yang nyaman untuk berinteraksi dengan orang lain yang baru kita kenal di dunia digital, tetapi kita harus ingat bahwa cara tersebut belum tentu aman.

“Aman bermedia digital tak hanya kurangi nyaman sejenak untuk nyaman yang lebih lama, tapi juga menggunakan media digital untuk inovasi pendidikan, baik formal maupun informal,” ujarnya.

Saat sesi tanya jawab, ada peserta webinar yang menanyakan, “Apa yang harus dilakukan oleh orangtua ketika anaknya terkena cyberbullying, atau bahkan anak tersebut merupakan pelaku cyberbullying?”

Menanggapi hal itu, Adetya Ilham mengatakan, “Apa pun situasinya, kita harus mengambil sisi positif bahwa ini adalah kesempatan untuk pembelajaran. Hal yang harus dilakukan oleh kita sebagai orangtua adalah mengajarkan kepada para pelaku cyberbullying untuk lebih care terhadap perasaan orang lain.”

Seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, “Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.”

Presiden juga memberikan apresiasi pada seluruh pihak yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional. “Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Presiden Joko Widodo.

  1. Seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian webinar ini akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021, dengan berbagai macam tema yang pastinya mendukung kesiapan masyarakat Indonesia dalam bermedia digital secara baik dan etis. Para peserta juga akan mendapatkan e-certificate atas keikutsertaan webinar. Untuk info lebih lanjut, silakan pantau akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.