AdvertorialPemerintahan

DKI Jakarta Raih Penghargaan Bergengsi Atas Inovasi Bidang Transportasi

Peningkatan mutu transportasi sangat dibutuhkan dalam upaya menekan pencemaran udara serta meningkatkan kenyamanan aktivitas masyarakat. Butuh sejumlah inovasi agar sektor ini mampu memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat luas, terlebih di kota-kota besar dan sarat kemacetan.

Dalam laman jejaring sosialnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tak menampik bahwa sektor transportasi menjadi salah satu sumber penyumbang emisi di udara. Keadaan semakin diperburuk dengan adanya kemacetan lalu lintas yang terjadi di kota-kota besar.

Tak hanya di Indonesia, pencemaran udara juga menjadi salah satu isu global yang selalu menyedot perhatian negara-negara di dunia. Kadar polutan di udara saat ini telah melebihi ambang batas aman bagi kesehatan, terlebih di kota-kota besar padat penduduk.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, berdasarkan perhitungan KLHK dan Kemenhub, tingkat emisi gas rumah kaca nasional (GRK) di sektor transportasi pada 2016 sebesar 136 juta ton setara karbon dioksida (CO2eq). Itu menunjukkan pentingnya peran sektor transportasi dalam menekan emisi GRK (Kompas, 12/11/2020).

Oleh sebab itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan dukungan penuh kepada semua pihak yang mampu menciptakan inovasi-inovasi dalam rangka mengembangkan sektor transportasi ramah lingkungan.

DKI Jakarta raih STA 2021

Menjawab pentingnya inovasi dan terobosan-terobosan terbaru dalam menata transportasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta senantiasa menjalankan dan mengembangkan program integrasi antarmoda transportasi publik. Terobosan inilah yang menjadikan Jakarta, yang pada tahun lalu meraih peringkat kedua dengan gelar “Honorable Mention”, kini berhasil menjadi juara dan meraih penghargaan Sustainable Transport Award (STA) 2021.

Pemenang atas penghargaan tata kelola transportasi kota ini diumumkan pada ajang konferensi transportasi internasional Mobilize 2020 yang digelar secara virtual pada 26, 28, dan 30 Oktober 2020. Capaian ini menjadikan Jakarta sebagai kota pertama di Asia Tenggara yang memenangkan penghargaan STA mengalahkan kota-kota besar dunia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bangga dengan penghargaan bergengsi dan prestasi yang diraih kota yang dipimpinnya. Ia berkomitmen untuk senantiasa berupaya menghadirkan sistem transportasi berkelanjutan yang dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat, khususnya warga Jakarta.

“Alhamdulillah, Jakarta terpilih sebagai kota terbaik dunia dalam Sustainable Transport Award 2021. Saya turut berbangga dengan pencapaian Jakarta dalam peningkatan inovasi transportasi terintegrasi. Ini adalah pengingat bahwa kami harus terus berupaya meningkatkan layanan transportasi yang sudah ada sehingga kenyamanan warga dalam bertransportasi terjamin,” ujar Anies.

Anies menjelaskan, dalam setahun terakhir, jajaran Pemprov DKI Jakarta, BUMD, dan para pemangku kepentingan transportasi Jakarta dinilai berhasil menciptakan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu transportasi. Di antaranya, perluasan jalur dan penambahan fasilitas sepeda, revitalisasi halte dan trotoar, penataan fasilitas pejalan kaki di kampung-kampung, serta integrasi berbagai moda transportasi publik. Inovasi inilah yang menjadikan Jakarta mampu mengalahkan puluhan kota besar di negara lainnya, seperti Auckland, Bogota, Buenos Aires, Charlotte, Frankfurt, Moskwa, San Francisco, dan Sao Paulo.

Diraihnya penghargaan tahunan yang menilai perbaikan mobilitas dan inovasi perbaikan sistem transportasi kota ini tak lepas dari peran serta semua pihak, mulai warga Jakarta, pegiat transportasi untuk desain wayfinding, inovasi bus listrik, hingga mikrotrans AC.

Anies juga menjelaskan, peningkatan pesat jumlah pengguna transportasi publik Jakarta sempat mencapai rekor baru 1 juta pelanggan harian TransJakarta pada Februari lalu sebelum pandemi Covid-19. “Pandemi tahun ini memang memaksa kita beradaptasi, dengan pembatasan kapasitas transportasi publik dan protokol kesehatan ketat. Tapi, positifnya pada saat pandemi ini, pesepeda di kota Jakarta justru meningkat pesat,” jelasnya.

 Upaya Pemprov DKI Jakarta

STA merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada kota yang telah menunjukkan komitmen, kemauan politik, serta visi dalam bidang transportasi berkelanjutan dan pembangunan perkotaan. Keberhasilan Ibu Kota Jakarta diraih melalui berbagai upaya berkelanjutan di bidang transportasi. Di antaranya, mengintegrasikan mikrobus (angkot) dengan layanan Transjakarta, yaitu 10 operator angkot sepakat untuk bergabung dengan Transjakarta, menghadirkan MRT Jakarta dan LRT Jakarta tahun lalu yang juga menjadi momentum besar bagi sistem transportasi publik di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga mengintegrasikan layanan transportasi, baik fisik maupun pembayaran. Hal itu terbukti dengan dibangunnya stasiun-stasiun dan rute-rute Transjakarta yang terintegrasi dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta, serta mikrobus.

Penataan kawasan transportasi publik milik DKI Jakarta juga dilakukan bekerja sama dengan perusahaan transportasi publik milik negara, KRL Commuter Line. Hal ini bertujuan untuk menjadi hub transportasi yang memberi kemudahan, keamanan, dan kenyamanan pengguna transportasi publik. Pada tahap pertama, stasiun yang ditata adalah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Pasar Senen.

Selain itu, Pemprov DKI mengembangkan armada bus listrik ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan oleh Transjakarta dan telah diujicobakan tahun ini. Transjakarta juga mempunyai target untuk mengubah semua armadanya menjadi bus listrik pada 2030.

Tak berhenti di situ. Pemprov DKI mengubah fungsi Terowongan Kendal sebagai area khusus yang nyaman bagi pejalan kaki, yang menghubungkan stasiun KRL, stasiun MRT Jakarta, stasiun Kereta Bandara, dan halte Transjakarta. Fasilitas ini dibangun sebagai upaya pendukung program integrasi transportasi dengan tetap mempertimbangkan kenyamanan.

Inovasi lain tak kalah penting adalah pembangunan jalur sepeda secara berkelanjutan yang hingga saat ini telah dibangun sepanjang 63 kilometer, dari yang direncanakan 500 kilometer jalur sepeda terproteksi. Upaya perencanaan jalur sepeda ini terbayar ketika masa pandemi Covid -19, yang terjadi lonjakan pesepeda hingga 10 kali lipat di ruas-ruas jalan utama Jakarta.

Perencanaan jalur sepeda tersebut diperkuat dengan diimplementasikannya pop up bike lane (jalur sepeda terproteksi sementara) dan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 yang menginstruksikan untuk memprioritaskan pejalan kaki dan pesepeda selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pemprov DKI Jakarta juga mengubah fungsi fasilitas park and ride Thamrin 10 yang awalnya merupakan area parkir kendaraan pribadi kini menjadi ruang usaha ekonomi kreatif. Hal ini guna menggalakkan pembatasan kendaraan bermotor pribadi di pusat kota.

Seremoni penganugerahan  STA 2021 akan dilaksanakan pada Januari 2021 di Washington DC, Amerika Serikat. Pada acara yang digelar secara tahunan tersebut, Jakarta akan diberikan penghargaan dalam acara bertajuk Transport Research Board Annual Meeting. Sebagai kota pemenang STA, Jakarta secara otomatis akan menjadi tuan rumah Mobilize 2021 yang diselenggarakan oleh ITDP dan didukung oleh Volvo Research dan Education Foundations.

Leave a Response