Lansia biasanya sering mengalami kebas atau kesemutan pada salah satu bagian kaki dan tangan. Sebaiknya, jangan diremehkan. Sebab, bisa jadi hal tersebut adalah neuropati.

Neuropati adalah kondisi gangguan dan kerusakan saraf tepi karena penyakit, trauma pada saraf, komplikasi penyakit sistemik, dan defisiensi vitamin neurotropik (B1, B6, dan B12). Neuropati dapat ditandai dengan gejala kebas/baal, kesemutan, rasa terbakar, maupun sakit. Kerusakan saraf tepi tidak hanya mengurangi kemampuan dalam beraktivitas karena terjadi gangguan sensorik dan motorik penderita, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup.

Adapun risiko neuropati rentan dialami orang lanjut usia (lansia). Hal ini seiring bertambahnya usia, kemampuan seseorang untuk menyerap nutrisi semakin berkurang.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat terhadap kelompok usia 40 tahun ke atas mengungkapkan, prevalensi neuropati meningkat seiring pertambahan usia. Kelompok usia 80 tahun ke atas memiliki prevalensi terbesar, yaitu mencapai 34,7 persen. Prevalensi terbesar lainnya adalah kelompok usia 70–79 tahun sebesar 28,4 persen dan kelompok usia 60–69 tahun sebesar 17,5 persen.

Pentingnya vitamin neurotropik

Sekarang ini, lebih dari 50 persen masyarakat melakukan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari yang berisiko neuropati. Oleh karena itu, untuk mencegahnya, kita harus mengedepankan gaya hidup sehat. Caranya? Cobalah untuk lebih banyak berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup, dan jaga pola makan dengan gizi seimbang.

Di samping itu, cukupi asupan vitamin B1, B6, B12 (vitamin neurotropik). Vitamin neurotropik ini penting untuk lansia karena menurunnya kemampuan penyerapan nutrisi akan menyebabkan tingkat defisiensi vitamin B1, B6, dan B12.

Kenapa vitamin neurotropik menjadi penting? Vitamin B1 mempunyai peran untuk sumber energi saraf kita. Sementara itu, vitamin B6 meningkatkan transmisi nadi saraf dan vitamin B12 berfungsi memulihkan serta menjaga sel saraf dari kerusakan.

Studi klinis 2018 NENOIN (Penelitian Non-intervensi dengan vitamin neurotropik) membuktikan bahwa konsumsi vitamin neurotropik selama 12 minggu dapat mengurangi gejala neuropati sampai 62,9 persen. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa vitamin neurotropik relatif aman untuk dikonsumsi jangka panjang.

Tingkatkan kesadaran

Pentingnya kesadaran akan risiko neuropati pada para lansia, Neurobion, produk vitamin neurotropik dari P&G Health Indonesia mendukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam meningkatkan kesadaran akan risiko neuropati. Dukungan ini juga sekaligus memperingati puncak acara Hari Lanjut Usia Nasional 2019 di area car free day, Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Neurobion membuka booth pemeriksaan saraf (Neuropathy Check Point), edukasi gejala, pencegahan, dan solusi untuk risiko neuropati. Hal ini sekaligus menjadi komitmen P&G Health Indonesia untuk mewujudkan masyarakat sehat dan hidup berkualitas melalui ajakan merawat sarafnya. Hal ini dikatakan oleh Group Brand Manager PT P&G Health Indonesia Wens Arpandy.

“Memanfaatkan momen Hari Lanjut Usia Nasional 2019, bersama Kementerian Kesehatan, kami secara proaktif mengedukasi langsung masyarakat, terutama lansia, untuk mengenali dan mencegah sedini mungkin gejala neuropati. Masyarakat dapat memeriksa kesehatan saraf di booth Neuropathy Check Point dan berkonsultasi mengenai gejalanya. Kami berharap, kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan sarafnya agar tetap produktif dan memiliki hidup berkualitas,” ujarnya.

FOTO: SHUTTERSTOCK.COM

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 14 Juli 2019.

Leave a Response