Kawasan Kotabaru memiliki daya tarik wisata yang dapat dikembangkan, seperti wisata kuliner, wisata budaya, wisata sejarah, wisata belanja, dan wisata estetika. Dalam rangka memperkenalkan Kotabaru sebagai destinasi wisata, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Tour de Kotabaru. Kegiatan ini rencananya diselenggarakan pada 12 dan 19 Mei 2022 di kawasan Kotabaru, Kota Yogyakarta. Tour de Kotabaru diresmikan secara simbolis oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, pada Kamis (12/5/2022) di halaman Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Sesuai dengan instruksi Wali Kota Yogyakarta dalam rangka memperkuat Kota Yogyakarta sebagai kota wisata, setiap jengkal di Kota Yogyakarta harus diatur sedemikian rupa agar bisa menjadi destinasi wisata sehingga destinasi wisata tidak hanya terpusat di Malioboro dan sekitarnya, tetapi juga zona-zona lain. Dalam kajian yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, telah ditemukan bahwa kawasan Kotabaru dan sekitarnya ternyata menyimpan berbagai macam potensi untuk menjadi tempat wisata baru. Potensi-potensi tersebut dikumpulkan menjadi satu, menjadi sebuah kegiatan Tour de Kotabaru.

“Kita sudah ancang-ancang mengembangkan Kotabaru sebagai kawasan pariwisata yang baru. Kawasan yang lebih premium dan bisa memberikan perspektif yang berbeda dari sejumlah destinasi wisata yang ada di Kota Yogyakarta. Pengembangan Kotabaru, karakternya juga mengikuti perkembangan karakter bangunan yang sifatnya indische dan karakter yang setidaknya memberikan representasi terhadap kawasan-kawasan yang bervariasi di Yogyakarta,” ungkap Heroe dalam sambutannya.

This slideshow requires JavaScript.

Heroe juga mengharapkan bahwa Kotabaru nantinya tidak hanya lengkap dari pusat belanjanya, dari kawasan heritage-nya, ataupun beberapa hal yang penting lainnya, tetapi juga kawasan ini tumbuh dinamis untuk berbagai macam atraksi.

Acara ini merupakan acara pertama yang menjadi event rutin di wilayah Kotabaru dengan didukung oleh para pelaku bisnis yang ada di Kotabaru. Kegiatan terdiri dari tiga sub-kegiatan yaitu Photo Competition yang diselenggarakan pada 12 Mei 2022 setelah peresmian serta Jalan-Jalan Sore dan Kotabaru Night Run yang akan dilaksanakan pada 19 Mei 2022.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko, tujuan diadakannya Tour de Kotabaru adalah memperkenalkan kawasan Kotabaru sebagai daya tarik wisata alternatif di Kota Yogyakarta. Senada dengan tujuan Tour de Kotabaru, secara khusus, photography competition juga bertujuan menghasilkan karya seni visual berbentuk foto yang informatif dan mengandung pemaknaan khusus di kawasan Kotabaru. Kegiatan fotografi dimulai dari halaman kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dan berakhir di SD Kanisius Kotabaru.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat branding dan mengangkat potensi wisata yang ada di Kotabaru, Kota Yogyakarta, dalam menyongsong pariwisata di Kota Yogyakarta,” ungkap Wahyu.

Baca juga: 

Tercatat 94 orang yang mendaftar secara daring untuk menjadi peserta photo competition. Peserta dapat mengambil foto di 9 titik lokasi di wilayah Kotabaru yang semuanya merupakan bangunan dan lokasi bersejarah. Lokasi tersebut adalah Kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Museum Sandi, Babon Anom Kotabaru, Masjid Syuhada, Gereja St Antonius Padua Kotabaru, Monumen Serbuan Kotabaru, Pedestrian Jalan Suroto, Susteran ADM, dan TK/SD Kanisius Kotabaru yang juga menjadi lokasi terakhir Photography Competition.

Dari kegiatan ini, harapannya Kotabaru dapat siap menerima wisatawan motret yang ada di Kotabaru. Hasil foto dari peserta juga bisa menambah inspirasi dan referensi agar bisa berkunjung ke Yogyakarta, terutama Kotabaru. Hadiah photo competition sendiri total mencapai Rp 3,5 juta dan pemenang akan mendapatkan sertifikat. Pada acara ini juga ditampilkan potensi-potensi yang dimiliki oleh murid SD Kanisius Kotabaru seperti bernyanyi dan bermain musik serta menari. [AYA]