Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Sudirman Jakarta hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di Jakarta, khususnya Jakarta Pusat.

Tingginya angka kematian mendadak pada orang-orang kantoran, laki-laki, usia relatif muda menjadi pendorong Rumah Sakit Murni Teguh untuk ikut berperan dalam program pemerintah dengan memprakarsai pola hidup sehat bekerja sama dengan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), Persatuan Endokrin Indonesia (Perkeni), Yayasan Kitiran Aras Rembang, serta didukung Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

FOTO-FOTO: DOKUMEN RS. MURNI TEGUH SUDIRMAN

Make Tomorrow Healthier, dengan program #orangkantorRUN2019, medical check up dan pemeriksaan dini, Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta hadir untuk melengkapi pelayanan kesehatan dengan unggulan Neuro & Spine Center, Endocrine & Diabetic Center, Fertility Center, Skin & Plastic Surgery Center, Cardiovascular Center, Orthopedic & Trauma Center, Urology Center, Premium Medical Check Up, dan Diagnostic Center. Semuanya untuk memenuhi kebutuhan pasien serta menyediakan tim dengan spesialisasi pelayanan yang lengkap dan komprehensif serta fasilitas yang lengkap dalam mendukung pelayanan berkesinambungan dan paripurna.

Perubahan pola hidup untuk cegah penyakit metabolik

Sementara itu, dengan tingkat kesuksesan yang luar biasa dari pengobatan penyakit infeksi tradisional, penyakit-penyakit tidak menular menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama di kota-kota besar di seluruh dunia terutama di daerah perkotaan.

Data World Health Organization tahun 2012 menunjukkan, 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskular atau 31 persen dari seluruh angka kematian di dunia dan lebih dari 75 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular tersebut terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Kawasan Asia Tenggara menonjol dalam hal prevalensi tinggi penyakit jantung koroner bersamaan dengan penyakit diabetes sebesar 29,4 persen dibandingkan dengan kawasan lain. Data di Indonesia sendiri menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung semakin meningkat menjadi sebesar 1,5 persen pada 2013 dan Jakarta sebagai ibu kota negara mempunyai prevalensi lebih tinggi dari prevalensi nasional.

Penyakit kardiovaskular merupakan ujung akhir dari penyakit metabolik yang tergabung dalam kumpulan kondisi tidak sehat, seperti perut buncit, hipertensi, gangguan pola lemak, dan peningkatan kadar gula darah yang umumnya disebabkan asupan kalori yang masuk lebih besar dari jumlah kalori yang dipakai.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi tidak sehat ini dan aktivitas fisik serta olahraga merupakan komponen kunci dari keseimbangan pemakaian energi yang bisa dilakukan. Dengan melakukan olahraga teratur atau meningkatkan aktivitas fisik, akan terjadi perubahan struktur otot, peningkatan jumlah mitokondria pada serabut otot dan pengeluaran banyak hormon penting, menghilangkan resistensi insulin, dan mengurangi perlemakan hati.

Edukasi berkelanjutan dalam hal modifikasi pola hidup sehat adalah usaha yang harus terus dijalankan sebagai profesional yang bergerak dalam bidang kesehatan. Bukti lapangan sebagai suatu usaha observasi yang dilakukan di RS Murni Teguh Sudirman Jakarta pada bulan April 2019 bahkan menemukan adanya kasus kematian mendadak yang terjadi pada tiga orang laki-laki di bawah usia 50 tahun sehingga hal ini menguatkan keinginan edukasi berkelanjutan di daerah lokasi berdirinya RS Murni Teguh Sudirman Jakarta yaitu di daerah kawasan perkantoran jalan Sudirman Jakarta.

Untuk itu, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia cabang Jakarta, Persatuan Diabetes Indonesia Wilayah Jakarta BBD, RSU Murni Teguh Sudirman Jakarta mencanangkan program modifikasi pola hidup sebagai upaya pencegahan penyakit metabolik dengan cara melakukan aktivitas olahraga sebelum bekerja di program #orangkantorRUN2019 yang dilakukan pada 12 Juli 2019 yang juga adalah hari ulang tahun ke-33 organisasi Persatuan Diabetes Indonesia. [*]

Leave a Response