Cyberbullying seakan sudah menjadi kebiasaan di Indonesia. Di dunia nyata saja banyak kasus pelajar sekolah yang melakukan bullying kepada temannya sendiri, namun tidak ada proses hukum yang membuat pelakunya jera. Apalagi saat ini cyberbullying lewat media sosial tentunya pelaku bisa lebih bebas dan leluasa.

Kasus bullying itu yang pasti harus dihentikan, dan cara efektif untuk membuat pelaku bullying menjadi jera adalah dengan melaporkannya ke pihak yang berwajib untuk dilakukan proses hukum. Penegak hukum pun harus tegas terhadap kasus tersebut dengan memberikan hukuman yang pantas diterima.

Menyikapi hal itu, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital dalam menggelar webinar dengan tajuk “Identifikasi dan Antisipasi Perundungan Digital (Cyberbullying)”. Webinar yang digelar pada Selasa (10/8/2021) pukul 13:00-15:30 diikuti oleh sejumlah peserta secara daring.

Dalam forum tersebut hadir Dr. Rasminto, M.Pd. (Dosen Geografi UNISMA & Direktur Eksekutif HIS), Dr. Ni Made Ras Amanda, S.Sos., M.Si. (Japelidi & Universitas Udayana), Mochamad Azis Nasution (Pemimpin Redaksi Channel9.id), Aina Masrurin (Media Planner Ceritasantri.id),  dan Cinthia Karani (Miss Earth Indonesia 2019) selaku narasumber.

Cyberbullying

Dalam pemaparannya, Mochamad Azis Nasution menyampaikan, “Hal yang perlu dilakukan terhadap cyberbullying di media sosial, kita bisa memblokir akun pelaku dan melaporkan perilaku mereka di media sosial itu sendiri. Mengumpulkan dan menyimpan bukti-bukti bisa membantu untuk menunjukkan apa yang telah terjadi, misalnya seperti pesan dalam chatting dan screenshoot postingan di media sosial. Pada akhirnya, dalam pergaulan sosial dengan perantaraan teknologi digital, tindakan perundungan sangat tidak dibenarkan karena berdampak buruk kepada palaku maupun korban. Tindakan perundungan di media digital akan tercatat dan sulit dihapus dan sangat menentukan reputasi online pelaku.”

Cinthia Karani selaku narasumber Key Opinion Leader juga menyampaikan, selama masa pandemi ini ia melakukan work from home, sedang melanjutkan pendidikannya,  dan tentunya sering mengikuti webinar seperti ini karena merupakan hal yang penting; meski di rumah saja tapi tetap bermanfaat. Menurutnya dampak positif dalam media sosial sebenarnya dengan kecanggihan teknologi saat ini membantu kita dalam mendapatkan informasi secara mudah, dan saat ini media sosial juga bisa membantu dalam hal pekerjaan (misalnya influencer), mencari teman, hiburan dan peluang-peluang lainnya. Namun, adapun sisi negatifnya seperti yang dibahas hari ini, yaitu cyberbullying. Ia sampaikan, ia pun pernah mendapatkan komentar-komentar pedas atau menyakitkan dari netizen.

Para partisipan yang hadir juga dipersilakan untuk mengutarakan pertanyaan dan tanggapan. Salah satu peserta bernama Junia Elisa Putri menyampaikan pertanyaan, “Bagaimana caranya kita bisa mengurangi adanya cyberbullying dan peran pemuda di zaman sekarang dalam mengatasi cyberbullying seperti apa?”

Pertanyaan tersebut pun dijawab dengan lugas oleh Dr. Ni Made Ras Amanda, S.Sos., M.Si. “Sebagai seorang pengguna media digital yang waras kita jangan diam saja. Ayo kita juga berbicara dan aktif memberitahu kepada yang melakukan bullying untuk jangan berbicara seperti itu di media sosial. Juga sebagai teman, boleh berkomentar baik dan tetap memberikan semangat terhadap temannya yang di-bully tersebut. Bisa juga dengan tetap percaya diri dan mengabaikan apa yang di-bully, karena pasti orang yang mem-bully tersebut akan merasa capek dengan sendirinya.”

Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Kota Jakarta Utara. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten. Juga, bagi yang ingin mengetahui tentang Gerakan Nasional Literasi Digital secara keseluruhan bisa ikuti akun Instagram @siberkreasi.

Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, mengingat program literasi digital ini hanya akan sukses mencapai target 12,5 juta partisipan jika turut didukung oleh semua pihak yang terlibat.