Media sosial sekarang menjadi candu bagi masyarakat Indonesia dan banyak yang menganggapnya hanya memiliki dampak negatif. Padahal, banyak hal positif dan produktif yang dapat dilakukan.

Perlu dipikirkan secara kreatif untuk mempromosikan Indonesia yang kaya budaya dan sangat beragam ini. Kini kita sudah disediakan ruang untuk berekspresi secara bebas, dan harus dapat kita manfaatkan secara positif.

Menyikapi hal itu, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital menggelar webinar dengan tajuk “Kecanduan Internet: Ubah Konsumtif Menjadi Produktif”. Webinar yang digelar pada Kamis, 28 Oktober 2021, diikuti oleh sejumlah peserta secara daring.

Dalam forum tersebut hadir Dia Mawesti (Sustainable Finance Specialist), Denik Iswardhani Wirtarth (Dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur), AA Subandoyo (Klipaa.com), Aidil Wicaksono (CEO Pena Enterprise), dan Indira Wibowo (Duta Wisata Indonesia 2017 dan Owner @mydearscarf) selaku narasumber.

Dalam pemaparannya, Dia Mawesti menyampaikan bahwa di era digital ini, komunitas sudah sangat berbasis teknologi, tetapi tetap berpusat pada manusia. Kini bahkan muncul istilah internet of things kala penggunaan internet dan media sosial secara masif karena adanya akses dan berbiaya murah sehingga dapat menyambungkan segala aspek kehidupan kita melalui ruang digital.

Hal ini harus dimanfaatkan secara maksimal, mengingat pangsa pasar luas penduduk dunia menggunakan internet yang tersedia 24 jam. Dengan adanya kemudahan berbagi informasi, juga akan memudahkan interaksi dan transaksi dengan klien. Kita harus mulai tingkatkan level kecakapan digital kita. Berawal dari mencari dan mengonsumsi konten digital saja sampai mampu memproduksi konten digital untuk mengkomunikasikan berbagai informasi dan konten.

“Sebagai pengguna media digital, kita juga harus berpartisipas dalam berbagai bentuk interaksi, dan brkolaborasi untuk mencapai berbagai tujuan. Bahkan dari situ kita akan mampu menghasilkan uang dari berbagai konten yang kita buat dan barang/jasa yang dijual di ruang digital. Perlu diigat bahwa konten yang bagus dapat memperkuat personal branding, serta produk dan jasa berpotensi mendatangkan revenue,” jelasnya.

Indira Wibowo selaku narasumber Key Opinion Leader juga menyampaikan bahwa agar dapat memanfaatkan ruang digital dengan baik (khususnya menjalankan bisnis online), harus memiliki manajemen keuangan sendiri dalam sebulan, serta menerapkan screen time.

Ia menyampaikan bahwa orang dewasa pun perlu membentengi diri sendiri dalam menggunakan internet, kemudian scroll untuk hal yang lebih produktif. Kita juga dapat manfaatkan internet dengan cara membangun personal branding yang baik di media sosial, seperti menjadi pembicara di berbagai event. Ia katakan bahwa ia secara pribadi mampu mendapatkan income tambahan justru karena sudah memiliki literasi digital yang baik.

Salah satu peserta bernama Dodi menyampaikan, saat berbelanja di marketplace, sekarang sudah tersedia sistem bayar COD atau barang sampai baru dibayar. Tetapi kadang hal tersebut sering disalahgunakan oleh beberapa orang. Di lain sisi terdapat orang yang terbantu akan hal tersebut.

“Bagaimana akan hal tersebut? Apakah lebih baik ada sistem COD atau tidak, dan bagaimana menghindari orang yang tidak serius dalam sistem COD?” tanyanya.

Pertanyaan tersebut dijawab Dia Mawesti. Kita harus ketahui tanggung jawab kita dengan cara mengedukasi orang di sekitar kita bahwa sudah ada mekanisme pembayaran tersebut. Beri pemahaman bahwa dengan sistem itu, sudah bukan tanggung jawab kurir apabila barang sesuai atau tidak.

“Transaksi antarpenjual dan pembeli diberikan opsi ini karena memberikan kemudahan untuk orang yang tidak mempunyai bank, maka sudah seharusnya dimanfaatkan dengan baik,” jawabnya.

Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Kota Jakarta Barat. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, mengingat program literasi digital ini hanya akan sukses mencapai target 12,5 juta partisipan jika turut didukung oleh semua pihak yang terlibat. [*]