Setiap awal bulan ketika para pekerja pertambangan nikel menerima gaji, Ambo Ako selalu begadang. Pemilik Toko Wulan di Desa Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, itu bisa membuka tokonya hingga 24 jam nonstop.

Wajar saja, selain menjalankan usaha toko sembako dan kelontong, Ambo juga menjadi salah satu Agen BRILink yang jasanya amat dibutuhkan para pekerja tambang untuk menarik uang gaji atau mentransfer uang. ATM di daerah ini lokasinya cukup jauh. Belum lagi banyak pekerja tambang yang ingin bertransaksi dalam tempo hampir bersamaan.

“Itu sebabnya pas lagi gajian, para pekerja tambang sangat terbantu dengan adanya Agen BRILink. Saat-saat seperti itu saya tidak tidur, terus melayani mereka. Bagaimanapun mereka harus dibantu,” kata Ambo, Selasa (10/12/2019).

Ambo melanjutkan, “Kalau buka pas tanggal muda ketika pekerja nikel gajian, saya dibantu 3 orang, termasuk adik saya. Karena transaksinya bisa mencapai 1.000 transaksi per hari, nilainya sekitar Rp 2 miliar. Persediaan uang sebanyak itu terlalu berisiko kalau saya simpan di rumah, maka biasanya saya dibantu dari BRI Unit Bahodopi ini.”

Pada awal bulan, transaksi sehari rata-rata 200 transaksi. Pada September lalu, Ambo bahkan mencatatkan 7.451 transaksi dengan nominal mencapai Rp 10 miliar.

Niat bantu warga

Ambo berasal dari Makassar. Di kota asalnya, ia sebenarnya telah memulai usaha toko sembako dan peralatan rumah tangga sejak 7 tahun lalu. Sekitar 2015, ia memutuskan merantau ke Morowali dan membuka usaha yang sama.

FOTO-FOTO: IKLAN KOMPAS/ EGBERT SIAGIAN.

“Pada 2015 saat pindah ke Morowali, saya mendapat tawaran dari tenaga pemasar Kantor Cabang BRI Poso untuk menjadi Agen BRILink. Saya iyakan. Sebab, sebelumnya saya sudah menjadi nasabah simpan-pinjam BANK BRI dan sedikit tahu tentang apa itu Agen BRILink. Saat itu, saya juga berpikir untuk bantu warga sekitar karena di sini lokasi ATM juga jauh,” ujarnya.

Ada banyak cerita menarik selama ia menjadi Agen BRILink di sini. Ambo mengaku pernah beberapa kali harus bangun tengah malam ketika ada konsumen yang mengetuk tokonya. “Kalau tengah bulan toko saya tutup seperti biasa. Tapi pernah malam-malam ada konsumen yang minta tolong menarik atau mentransfer uang. Ini tetap saya layani, karena biasanya mereka punya keperluan yang mendesak.”

Lebih dikenal masyarakat

Menjadi Agen BRILink, imbuh Ambo, sangat bermanfaat. Ia mengaku, tokonya menjadi lebih dikenal masyarakat sehingga selain bertransaksi melalui Agen BRILink, warga yang datang juga sekaligus untuk berbelanja. Ini mendorong usahanya menjadi lebih berkembang. Bahkan, saat ini ia sedang membangun toko yang lebih representatif lagi, tak jauh dari toko pertamanya.

“Jadi Agen BRILink juga membantu saya membayar gaji karyawan toko. Selain itu, saya bisa menambah teman dan membangun silaturahmi dengan banyak orang. Apalagi menjadi Agen BRILink itu mendapat pelatihan juga dari BANK BRI sehingga saya mendapat pengetahuan baru,” sebutnya.

Selain itu, ia juga dibantu jaringan VSAT BRIsat dari BANK BRI untuk memperlancar dalam melayani transaksi kepada masyarakat. Jaringan komunikasi berbasis satelit ini memberi kemudahan akses jaringan komunikasi bagi para Agen BRILink di kawasan terpencil dan sulit dijangkau. Di Morowali sendiri, selain Ambo, ada 2 Agen BRILink lainnya yang menggunakan jaringan VSAT BRIsat.

“Saya sangat senang terbantukan fasilitas jaringan VSAT BRIsat ini, karena keterbatasan jaringan di sini sangat terasa dan dengan adanya jaringan VSAT BRIsat saya bisa membantu orang lebih maksimal,” ungkapnya.

Ambo merupakan salah satu Agen BRILink dengan transaksi tertinggi di Kanwil BRI Manado. Pada Desember ini, ia diundang ke Jakarta menjadi salah satu nasabah yang ikut serta dalam program Apresiasi Pekerja Remote Area, Local Heroes, dan Agen BRILink dalam rangkaian Program HUT BRI 124.

Dengan dukungan para Agen BRILink hingga seluruh pelosok Indonesia, BANK BRI berkontribusi meningkatkan perekonomian masya­rakat dengan memberikan akses layanan perbankan. BANK BRI berkomitmen untuk turut serta mewujudkan ekonomi kerakyatan melalui inklusi keuangan. BRI BISA! Untuk Indonesia BRILian.

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 26 Desember 2019.