LembagaPemerintah Daerah

120 Caleg Terpilih Resmi Duduki Kursi DPRD Jawa Tengah

Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Sri Sutatiek memimpin pengambilan sumpah jabatan DPRD Jateng periode 2019 - 2024

Semarang (5/9) – Sebanyak 120 calon legislatif terpilih dalam Pemilu Legislatif 2019 resmi dilantik menjadi anggota DPRD Jawa Tengah periode 2019–2024, Selasa (3/9), di Ruang Paripurna DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang.

Ketua DPRD Jateng periode 2014 – 2019 Rukma Setyabudi memimpin jalannya Rapat Paripurna Pelantikan Anggota DPRD Jateng periode 2019 – 2024, di Gedung DPRD Jateng, Selasa (3/9).(Foto-foto: Dok LAU)

Pelantikan dilakukan oleh Kepala Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Sri Sutatiek yang sekaligus memandu pengambilan sumpah jabatan oleh 120 legislatif terpilih, disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Ketua DPRD Jawa Tengah periode 2014–2019 Rukma Setyabudi, Wakil Ketua DPRD Ahmadi, dan seluruh tamu undangan.

Pasca-pengambilan sumpah jabatan, Sri Sutatiek menyematkan pin jabatan DPRD kepada perwakilan legislatif.

Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Sri Sutatiek menyematkan pin jabatan DPRD Jateng kepada perwakilan legislatif periode 2019 – 2024

Ketua DPRD Sementara

Dari 120 anggota legislatif yang dilantik, sebanyak 66 orang merupakan legislatif baru dan 54 orang sisanya merupakan legislatif yang kembali terpilih, termasuk di antaranya Wakil Ketua DPRD Jateng periode 2014–2019 Sukirman, Heri Pudyatmoko dan Ferry Wawan Cahyono.

Dengan dilantiknya anggota legislatif baru, terjadi perombakan posisi pimpinan dewan. Sekretaris DPRD Propinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin mengumumkan, kursi Ketua DPRD Jateng sementara diisi oleh Bambang Kusriyanto dan Sukirman di posisi Wakil Ketua DPRD Jateng sementara.

Penunjukan ini didasari perolehan suara partai politik dalam pemilu legislatif lalu, yaitu suara terbanyak diraih oleh PDI Perjuangan (42 kursi) dan PKB (20 kursi).

Mengakhiri masa kerjanya, Rukma Setyabudi dan Ahmadi menyerahkan palu rapat dan buku memori Kiprah 100 Anggota DPRD Jawa Tengah Periode 2014–2019 kepada Ketua DPRD Jateng sementara, Bambang Kusriyanto dan Wakil Ketua DPRD sementara, Sukirman.

Ketua DPRD Jateng 2014 – 2019 Rukma Setyabudi menyerahkan palu rapat kepada Ketua DPRD Jateng Sementara Bambang Kusriyanto sebagai simbolisasi pergantian kepemimpinan

Dalam pidatonya, Rukma menyampaikan apresiasinya terhadap anggota dewan yang telah selesai masa baktinya. “Kami juga berterima kasih kepada eksekutif, gubernur, wakil gubernur dan terutama masyarakat Jawa Tengah atas kepercayaan, bantuan dan kerja samanya selama ini,” ujar Rukma.

Menyampaikan sambutan pertamanya sebagai pimpinan DPRD Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto berharap bisa bekerja sama dengan seluruh anggota legislatif, eksekutif dan seluruh pihak demi kepentingan seluruh rakyat Jawa Tengah.

Ketua DPRD Jateng Sementara Bambang Kusriyanto

Ganjar Pranowo menyambut kehadiran para anggota legislatif periode 2019–2024. Dia berharap, legislatif yang baru dilantik dapat menjalin kolaborasi dan koordinasi yang baik dengan eksekutif dalam mewujudkan seluruh harapan rakyat Jawa Tengah.

“Terima kasih kepada anggota DPRD lama yang beberapa waktu lalu sudah mewujudkan keputusan-keputusan besar sehingga achievement Jawa Tengah cukup baik. Mudah-mudahan anggota yang baru ini bisa melanjutkan prestasi itu dan menciptakan pembaruan-pembaruan ke depannya,” ujar Ganjar.

Perjuangkan air bersih

Kembali terpilih sebagai legislatif, Untung Wibowo Sukowati menyatakan dirinya tetap memperjuangkan kebutuhan masyarakat Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri di bidang infrastruktur dan ketersediaan air bersih.

“Fokus kami 5 tahun yang lalu dan 5 tahun yang akan datang tetap sama. Kendala air bersih masih terjadi di Wonogiri dan Sragen. Semoga nantinya dengan adanya Waduk Gondang semua masalah itu bisa tertangani,” ujar politikus dari PDI Perjuangan itu.

Hal senada diucapkan Padmasari Mestikajati, legislatif muda dari fraksi Golkar. Padmasari menyatakan akan memperjuangkan perbaikan infrastruktur untuk masyarakat Grobogan dan Blora yang diwakilinya.

“Masalah kekeringan juga akan jadi perhatian kami karena Blora dan Grobogan adalah daerah langganan kekeringan. Tidak bisa kalau masalah kekeringan diatasi hanya dengan dropping air bersih. Harus dicari solusinya, entah dibangun embung, menarik pipa, atau solusi terbaik lainnya,” ujar putri politikus Bambang Sadono itu.

Sebagai legislatif muda yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di parlemen provinsi, Padmasari yakin dirinya bisa bekerja sama dengan anggota legislatif yang lebih senior.

“Sebagai legislatif muda harus percaya diri, pandai membangun komunikasi dan ikut terlibat dalam kebijakan yang dapat memajukan dan menyejahterakan rakyat,” tandasnya. [ADV/ LAU]

Informasi dan kegiatan seputar DPRD Jawa Tengah bisa diakses di:

Ikuti juga akun media sosial DPRD Jawa Tengah:

Leave a Response