Menghadapi persaingan pasar global saat ini, persoalan dan dinamika pendidikan nasional telah menjadi perhatian mendasar bagi pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat pada umumnya. Pada era globalisasi, perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat menuntut munculnya beragam jenis dan kualitas produk yang lebih kompetitif sesuai dengan kebutuhan masyarakat global (globally needed).

Hal tersebut tidak hanya berlaku dalam dunia bisnis, tetapi juga dalam organisasi pendidikan sebagai wadah pembentuk sumber daya manusia. Pendidikan akan memberikan andil pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu saja, muaranya adalah inovasi, mutu modal manusia, serta kemajuan iptek. Internasionalisasi pendidikan menjelaskan adanya pendidikan tanpa batas negara, transnasional, atau hubungan pendidikan antarnegara yang borderless. Internasionalisasi pendidikan termasuk harmonisasi dan standardisasi yang mencakup

akreditasi, penjaminan mutu, dan kualifikasi lembaga pendidikan.

“Internasionalisasi adalah keniscayaan bagi pendidikan karena saat ini pendidikan di seluruh dunia mengalami pertumbuhan yang sangat masif. Pertama, adanya 240 juta mahasiswa yang masih aktif yang nantinya akan berpencar di seluruh dunia. Di mana ada ‘gula’ ke situ mereka akan pergi. Indonesia termasuk yang dianggap memiliki banyak ‘gula’ karena kita menjadi satu di antara emerging economy dengan prospek yang baik dengan pertumbuhan dan kesempatan bisnis masih sangat luas,” terang Rektor Universitas Prasetiya Mulya Dr Djisman S Simandjuntak.

 Kerja sama dengan luar negeri

Bekerja sama dengan Rotterdam School of Management, Erasmus University (RSM), the Netherlands, Universitas Prasetiya Mulya meluncurkan program magister baru bernama Global Executive MM (GEMM). Program yang diadakan di Jakarta ini akan dimulai pada Oktober 2017. Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Prof Agus W Soehadi PhD menyampaikan bahwa latar belakang dihadirkannya program baru ini dan bekerja sama dengan RSM adalah sejalan dengan meningkatnya persaingan di dunia bisnis dan membuka kesempatan yang luas dalam rangka internasionalisasi pendidikan.

“Perusahaan membutuhkan sumber daya yang dapat meningkatkan bisnis bukan hanya pada tingkat nasional, tetapi juga pada tingkat global. Sebagai lembaga pendidikan bisnis di Indonesia, Prasetiya Mulya terpanggil untuk dapat mempersiapkan calon pengusaha dan pemimpin masa depan agar dapat menjadi bagian dari tingkat global dalam konteks multibudaya. Dengan prestasi RSM sebagai salah satu sekolah bisnis terbaik di Eropa, kami percaya kerja sama ini akan menjadi lebih kuat. Dengan kerja sama ini, kami berharap program baru ini dapat memfasilitasi mahasiswa GEMM Prasetiya Mulya untuk memperluas jaringan bisnis global mereka di dunia,” papar Agus.

Dekan RSM Prof Steef van de Velde menyampaikan alasan kerja sama ini yakni karena Prasetiya Mulya dinilai menjadi sekolah bisnis terbaik di Indonesia sehingga tepat untuk bersama-sama menjalankan program ini. Prasetiya Mulya adalah sekolah yang bermutu tinggi, inovatif, dan berwirausaha. “Kami memiliki ambisi bersama untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi semua orang, untuk menjadi kekuatan bagi perubahan positif di dunia,” ungkap Steef.

GEMM memberikan kesempatan bagi para mahasiswanya untuk dapat memasuki jaringan internasional dalam mengembangkan ilmu mereka di dunia bisnis. Beberapa di antaranya dengan mengadakan study trip ke luar negeri, metode belajar dengan menganalisis kasus global, dan mengerjakan global project sebagai tugas akhir.

“Dalam mengerjakan global project, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi, menjelaskan, dan mendeskripsikan tantangan-tantangan dalam real project, baik untuk proyek yang sedang dijalani atau memiliki potential market. Mengingat pula bahwa nanti diharapkan mahasiswa GEMM bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga Malaysia, Singapura, dan Thailand. Dengan demikian, dapat memberikan perspektif yang lebih kaya,” terang Direktur Program Graduate Prasetiya Mulya Indria Handoko PhD.

Program ini akan berlangsung selama 24 bulan, dengan tambahan 2 bulan matrikulasi. Informasi lebih lengkap dapat mengakses www.pmbs.ac.id [IKLAN/ACH]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 25 April 2017