Persoalan-persoalan besar dewasa ini antara lain perubahan iklim (climate change) dan inklusi ekonomi dapat diselesaikan dengan baik, di antaranya melalui penggunaan teknologi dengan keterbukaan. Terciptanya insan-insan kreatif dan inovatif merupakan salah satu tahapan untuk menyelamatkan bumi dari kepunahan.

Hal tersebut dikatakan Rektor Universitas Prasetiya Mulya Prof Dr Djisman S Simandjuntak di sela acara Wisuda Universitas Prasetiya Mulya 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

“Kita membutuhkan pengusaha-pengusaha kreatif inovatif untuk mengatasi climate change. Tidak mungin kita menyelamatkan bumi kalau tidak mengendalikan konsumsi. Untuk itu, diperlukan pengusaha kreatif dan inovatif. This is not about technology, yang kita perlukan adalah sistem dan manusia yang bisa menggerakkan sistem itu untuk mengubah pola hidup kita,” ujar Prof Djisman.

Acara wisuda bertajuk ‘Rediscovering Openness in The Age of Connected Intelligent Technologies’, ini menanamkan semangat keterbukaan kepada lulusannya untuk terus bersama-sama mendorong Indonesia menaklukkan tantangan zaman dengan mengedepankan semangat keterbukaan melalui kolaborasi teknologi, ilmu pengetahuan, serta kewirausahaan.

Semangat keterbukaan

Sementara itu, Dekan School of Business and Economics Universitas Prasetiya Mulya Prof Agus W Soehadi, PhD menjelaskan, Indonesia memiliki segudang keragaman yang harus dipelihara dan dikembangkan, di antaranya melalui inovasi-inovasi dan penemuan-penemuan. Redefinisi pekerjaan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan di tengah perkembangan teknologi yang tak terbendung.

Prof Agus W Soehadi – Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya. (foto foto: dok prasetiya mulya).

“Mereka harus hands-on experience. Di Prasetiya Mulya, mereka kami wajibkan melakukan aktivitas keluar dari kampus untuk datang ke perusahaan-perusahaan untuk melihat isu-isu yang ada di perusahaan. Mahasiswa juga diwajibkan hadir di tengah masyarakat untuk melihat permasalahan yang ada sekaligus mencari solusi,” ujar Prof Agus.

Hal tersebut, lanjut Prof Agus, dilakukan agar gambaran mengenai lingkungan dapat terlihat dengan nyata, tidak sederhana, melainkan begitu kompleks, termasuk adanya ketidakpastian di berbagai sektor. Keberagaman bukanlah hambatan. Kolaborasi, redefinisi pekerjaan, serta pemanfaatan teknologi seharusnya mampu menjadi solusi yang berguna bagi kesejahteraan umat manusia.

Terkait perkembangan bisnis, Prof Agus berharap, pada situasi yang kian kompleks ini dibutuhkan para profesional kreatif dan inovatif yang mampu menciptakan inovasi dan menjadi solusi dari berbagai permasalahan-permasalahan pelik di sektor bisnis. “Di zaman yang kian dinamis ini, terbuka kesempatan yang begitu lebar. Pola-pola lama sudah usang dan tidak berlaku lagi. Kita harus semakin kritis melihat peluang-peluang baru dan menciptakan hal-hal baru. Teknologi semata tidaklah cukup tanpa adanya upaya-upaya kreatif,” tegasnya.

Menjawab tantangan tersebut, sekaligus memenuhi kebutuhan profesional-profesional di berbagai bidang, Universitas Prasetiya Mulya juga membuka program baru, di antaranya Doktor Manajemen dan Kewirausahaan, serta Magister Manajemen in Applied Business Analytics.

Bangga

Sementara itu, dalam kesan dan pesan, Robert Komensen, MM, lulusan terbaik program Magister Manajemen konsentrasi Inovasi Stratejik angkatan 51 merasa bangga menjadi bagian dari Universitas Prasetiya Mulya. “Saya menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada semua pihak, terlebih Universitas Prasetiya Mulya. Hari ini kita dengan bangga merayakan kelulusan, lulus dari suatu perjalanan yang telah mempersiapkan kita untuk menghadapi masa depan yang menuntut inovasi berkesinambungan. Kelulusan yang membuktikan bahwa dengan kerja keras dan keja sama, kita bisa melalui semua tantangan.”

Robert Komensen MM, lulusan terbaik Program Magister Manajemen konsentrasi Inovasi Stratejik.

Lulusan pascasarjana dengan IPK 4,00 tersebut juga mengajak alumni lainnya untuk berkomitmen memberikan yang terbaik. Yakni, dengan membuka babak baru untuk melanjutkan proses pembelajaran dalam bentuk dan tempat berbeda, di mana para alumni bisa berkontribusi nyata dan berbagi pengetahuan secara bertanggung jawab.

Pada acara wisuda kali ini, Universitas Prasetiya Mulya melepas 851 lulusan terbaiknya yang terdiri atas 690 wisudawan tingkat Sarjana angkatan 2015 dan 161 wisudawan tingkat Magister Manajemen angkatan 2017. Dari jumlah tersebut, sebanyak 131 wisudawan S-1 dan 10 wisudawan S-2 menerima predikat cumlaude dan berbagai penghargaan.

Gemilangnya prestasi mahasiswa Prasetiya Mulya didukung dengan utuhnya ekosistem yang dirancang selama masa perkuliahan. Tidak hanya exposure dengan industri skala nasional, mereka pun terhubung, bahkan terlibat aktif dalam persoalan bisnis internasional, seperti dalam Korea-Indonesia-Taiwan (KIT) Program (kolaborasi dengan Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) dan National Taiwan University) serta HerbaKOF Project (kolaborasi dengan Dexa Medica) di Kamboja.

“Saya berharap, wisudawati dan wisudawan yang kami utus ini mampu berjuang memecahkan persoalan yang sangat kompleks dan mendasar. Make us proud of you, make Indonesia proud of you, and make human kind proud of you,” pungkas Prof Djisman menutup acara wisuda. [BYU]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 17 Desember 2019.