Rumah Sakit Immanuel yang diwakili oleh Direktur Utama RS Immanuel dr Ruly Sjambali FCN SpGK (K) MKes menjadi rumah sakit swasta yang mendapat kesempatan untuk berbicara mengenai “green hospital” sebagai salah satu implementasi HPH di rumah sakit. Presentasi tersebut berjudul “Toward Green and Healthy Environment : Implementation of HPH Movement in a private hospital”.

Dalam presentasinya, Ruly mengatakan, Rumah Sakit Immanuel yang memiliki luas 4,8 hektar dan berdiri sejak 1910 terus berkomitmen untuk menjadi rumah sakit yang ramah lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan sumber daya alam, yaitu penggunaan energi listrik, air, maupun bahan baku lainnya, meminimalisasi sampah, serta meningkatkan kualitas lingkungan dengan menciptakan udara indoor yang lebih baik, serta menurunkan polusi suara.

Hal tersebut dicapai dengan cara memotivasi tenaga medis untuk bersepeda ke rumah sakit dan membentuk komunitas goweser. Selain itu, lebih dari 30 persen tanahnya merupakan vegetasi yang ditanami tumbuhan, yakni menanam lebih dari 100 tanaman sepanjang tepi jalan rumah sakit dengan Polyalthia longifolia (glodogan), Terminalia mantaly (ketapang kencana), dan S macrophylla (mahoni) sebagai sawar polusi suara dan polusi udara.

RS Immanuel juga menampung air hujan untuk mengisi kembali ketersediaan air tanah melalui pemasangan lebih dari 500 biopori. Di area dalam ruangan seperti kantor maupun poli dan publik diletakkan tanaman-tanaman indoor sesuai rekomendasi NASA, yaitu karet, peace lily, dan sansevieria atau lidah mertua.

Efisiensi energi diupayakan dengan menggunakan desain interior yang memungkinkan pencahayaan berasal dari sinar matahari di area IGD serta penggunaan lampu LED dan lampu sensor tenaga surya. Adapun efisiensi air diusahakan dengan kampanye promosi “hemat air” melalui stiker yang ditempel di wastafel, penggunaan dual flush toilet, serta pemanfaatan daur ulang air untuk air siram toilet.

Foto-foto: Dok Rumah Sakit Immanuel.

Pemilahan sampah pun dilakukan, dibagi menjadi tempat sampah plastik, tempat sampah kertas, dan tempat sampah lainnya supaya sampah tersebut bisa diolah dan didaur ulang. RS Immanuel juga memiliki kebun organik yang memanfaatkan limbah dapur, dan hasilnya dapat dimanfaatkan juga oleh dapur rumah sakit.

Simposium IHPH ini diselenggarakan di Ruang Promosi Doktor, Gedung G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) pada 11 September 2019. Simposium ini dihadiri oleh rumah sakit pemerintah maupun swasta dari Jabodetabek dan kota lainnya, bahkan anggota International Health Promoting Hospital (IHPH) Network dari Taiwan, Malaysia, dan Singapura, serta perwakilan dari Indonesian HPH Network.

Selain RS Immanuel yang mewakili RS swasta Indonesia, pembicara simposium ini adalah Prof Shu Ti Chiou (Kepala International Network of Health Promoting & Health Services 2012–2014), Dr Ng Teik Kee, Dicky VP Penang Adventist Hospital (Penang, Malaysia), Khoo Teck Puat Hospital/KTPH (Singapura), Direktur Utama Rumah Sakit Umum Fatmawati Jakarta dr Syafak Hanung SpA, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Syamsudin dr Bahrul Anwar M Kes, Prof dr Hadi Pratomo MPH Dr PH (penasehat IHPH Network), dr Suherman MKes (perintis IHPH Indonesia), dr Agus Hadian Rahim SpOT (perwakilan Kementerian Kesehatan), serta Deni Purnama SKM MKes (Sekretaris Eksekutif IHPH Network). [*]

Leave a Response