Oleh Gunawan Susanto/Country Manager Indonesia Amazon Web Services

Salah satu topik bahasan dalam KTT G20 di Bali pada November 2022 yang menjadi perhatian utama negara-negara dengan ekonomi terkuat dunia adalah transformasi digital untuk mendukung ketahanan atau resiliensi ekonomi.

Perekonomian Asia bertumbuh dengan kecepatan yang lebih tinggi dari kecepatan global. Ekonomi Indonesia sendiri tumbuh di atas 5 persen, dan diharapkan akan terus berlanjut memanfaatkan momentum pemulihan pasca pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo telah menyatakan optimistismenya bahwa Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia pada  2045.

Saat meluncurkan AWS Asia Pacific (Jakarta) Region pertama pada 2021, kami menetapkan sebuah tujuan yang jelas untuk mengakselerasi perekonomian digital Indonesia melalui inovasi cloud dan mendorong Indonesia menuju masa depan digital yang gemilang. Sejak peluncuran itu, kami telah melihat banyak organisasi di Indonesia yang ikut memanfaatkan cloud dalam berbagai cara.

Gunawan Susanto

AWS Cloud Day Indonesia 2022 yang kami gelar dihadiri oleh 2.500 peserta. Kami melihat langsung bagaimana para pelanggan kami dari berbagai sektor berbeda, seperti Tokopedia, Modalku, Telkomsel, dan Optik Melawai berinovasi dengan AWS untuk mentransformasi bisnis mereka secara digital, memangkas biaya, meningkatkan daya tanggap dan ketangkasan mereka, serta berinovasi dengan lebih cepat.

Kami merasa terhormat bahwa tim kami mampu menciptakan dampak positif yang memungkinkan pelanggan kami di Indonesia berinovasi untuk transformasi. Guna mempertahankan momentum ini, kami telah berkomitmen untuk menginvestasikan Rp 71 triliun guna mengembangkan bisnis kami di Indonesia selama 15 tahun ke depan. Kami juga berharap dapat menciptakan 24.700 kesempatan kerja setiap tahunnya serta menyumbangkan Rp 155 triliun bagi PDB Indonesia.

Dukung startup dan UMKM

Indonesia memiliki lebih dari 2.300 startup, termasuk 13 unicorn, serta 64,2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menciptakan lapangan pekerjaan bagi 97 persen dari angkatan kerja nasional. Tingginya penetrasi seluler di Indonesia mendorong pergeseran perilaku konsumen dari luring ke daring, khususnya di tengah pandemi Covid-19 sehingga pelaku bisnis di Indonesia perlu segera melakukan digitalisasi.

Cloud telah memungkinkan TI tersedia bagi semua dan menyamakan kedudukan para pelaku bisnis ini untuk bersaing dengan perusahaan besar. Dengan demikian menciptakan disrupsi di seluruh industri.

Tak hanya sebuah pilihan yang bagus untuk membangun bisnis dari bawah, startup dan UMKM dapat menggunakan teknologi cloud canggih seperti kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan analitik data untuk mencapai penghematan biaya dan efisiensi operasional; sembari mengalihkan sumber daya yang dimiliki ke pekerjaan-pekerjaan berdampak tinggi guna menghasilkan produk dan layanan inovatif dengan lebih baik.

Karena struktur harga AWS ditentukan berdasarkan penggunaan pelanggan, organisasi dapat menghemat biaya dengan hanya membayar apa yang mereka butuhkan. Sebagai contoh, Ula, aplikasi  e-commerce B2B yang menyediakan solusi bagi berbagai masalah terkait manajemen inventaris, arus kas, dan modal kerja terbatas untuk bisnis kecil.

Sejak diluncurkan, volume bisnis Ula telah tumbuh 300 kali lipat. Perusahaan menghemat hingga 70 persen pada pos tagihan infrastruktur bulanan dengan menerapkan strategi Amazon ECS plus Spot di seluruh technology stack–kombinasi solusi, infrastruktur teknologi, atau ekosistem data yang digunakan perusahaan untuk menjalankan operasional–yang dimilikinya. Dengan mengendalikan biaya di sisi backend, Ula terus tumbuh seiring dengan aktivitasnya menyediakan layanan yang terjangkau bagi pelanggan yang sadar akan biaya.

Contoh bagus dari perusahaan yang berkembang pesat di cloud adalah Tokopedia, online marketplace terkemuka dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan. Perusahaan ini mempercayakan beban kerja mission critical-nya pada AWS dan infrastruktur terkelola untuk fokus pada kebutuhan pelanggan guna memperkuat kemampuan bisnis.

Inklusi keuangan di Indonesia juga didorong oleh aplikasi keuangan berbasis cloud, termasuk layanan e-wallet seperti GoPay, Xendit, dan LinkAja yang digunakan untuk melakukan pembayaran dan menyalurkan bantuan pemerintah secara tepat waktu kepada masyarakat.

Contoh lain, PT Bank Commonwealth yang menyediakan layanan keuangan untuk membantu masyarakat Indonesia mencapai tujuan keuangan mereka dengan mentrasformasi lini bisnis pinjaman dan pendanaan tradisionalnya menggunakan teknologi AWS. AWS memainkan peran penting dalam strategi teknologi bank untuk memenuhi permintaan layanan keuangan digital yang terus meningkat di Indonesia.

Modernisasi infrastruktur

Salah satu alasan utama mengapa pelanggan memilih AWS untuk menjalankan beban kerja yang paling penting (mission critical) mereka adalah komitmen kami untuk membangun infrastruktur fault tolerant yang konsisten berjalan, meskipun ada kegagalan fungsi pada satu atau lebih komponennya secara global dengan 96 Availability Zone.

Telkomsel, operator seluler terbesar di Indonesia dengan lebih dari 170 juta pelanggan, menggunakan AWS dalam perjalanan transformasi digital mereka untuk mendukung infrastruktur mission critical mereka. Jakarta Region berperan penting dalam menghadirkan ketangkasan, ketahanan, dan skalabilitas bagi Telkomsel untuk mampu meningkatkan dan memperkenalkan layanan digital dan di saat yang sama mengurangi biaya.

Contoh lainnya, Semen Indonesia Group (SIG), perusahaan solusi bangunan multinasional terkemuka, yang bekerja sama dengan AWS untuk menghasilkan wawasan dari data operasi yang mendukung sistem pengambilan keputusan dan memenuhi aspirasi bisnis.

Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberdayakan warga. Misalnya, Diskominfo Jabar dan unit digitalnya, Jabar Digital Service, menggunakan AWS untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi yang menjangkau jutaan warga. Salah satunya Pikobar, aplikasi tanggap Covid-19 dengan lebih dari 35 fitur, termasuk pemantauan lalu lintas dan analisis zona untuk memutuskan penerbitan kebijakan lockdown.

INFOGRAFIS DOK AWS

Membangun talenta Indonesia

Agar organisasi-organisasi tersebut dapat memperoleh manfaat maksimal dari cloud, AWS membekali ratusan ribu talenta Indonesia dengan keterampilan cloud melalui program pelatihan yang diadakan untuk mendukung prakarsa nasional Merdeka Belajar. Sejak 2017, sudah lebih dari 300.000 talenta menerima pelatihan AWS Cloud yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan pemerintah Indonesia, lembaga pendidikan, serta AWS Partner Network.

Kami juga telah meluncurkan beberapa program keterampilan di Indonesia, termasuk Laptop for Builders, Developer Training with Dicoding, dan AWS re/Start, program pengembangan keterampilan dan pelatihan kerja selama 12 minggu yang mempersiapkan talenta menganggur dan setengah menganggur untuk berkarir di bidang cloud.

Bima Mukhlisin, siswa SMK Negeri 2 Pengasih Kulonprogo, berhasil menjuarai Kompetisi Yogyakarta Cloud Computing Club yang diselenggarakan AWS dan didukung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Untuk proyek ini, Bima dan rekannya mengembangkan situs web interaktif yang membuat belajar sejarah menjadi menyenangkan.

“Komputasi cloud adalah masa depan internet. Ilmu cloud yang kami peroleh bagaikan mata air abadi yang tidak akan pernah mengering meski harus dibagikan kepada semua orang,” kata Bima.

AWS Educate juga mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam program Beasiswa SDM Digital Nasional yang bertujuan meningkatkan keterampilan 5.000 pemuda Indonesia lainnya dengan keahlian di bidang cloud. Kami juga bekerja sama dengan Social Economic Accelerator Lab (SEAL) untuk Indonesiaku AWSome!, sebuah program 5 bulan yang memberikan pendidikan komprehensif tentang teknologi cloud tingkat lanjut.

“Bagi saya, program AWSome Indonesiaku sebagai sebuah revolusi pendidikan. Saya melihat transformasi digital bukan hanya sekadar perpindahan dari analog ke digital, tapi bagaimana digitalisasi bisa menjawab permasalahan masyarakat, dan dengan demikian memberikan kepuasan bagi masyarakat,” ujar Isda Magfirah, mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang, yang menjadi peserta program Indonesiaku AWSome.

Masa depan berkelanjutan

Kami memperkirakan cloud akan memainkan peran yang lebih besar dalam membantu berbagai organisasi di sektor yang berbeda dalam mencapai tujuan keberlanjutan mereka melalui pengurangan penggunaan energi dan emisi, serta memantau jejak lingkungan mereka.

Studi 451 Research baru-baru ini menemukan bahwa bisnis yang memigrasikan TI lokal mereka ke cloud dapat mengurangi penggunaan energi dan emisi karbon hingga hampir 80 persen. Salah satu cara yang paling nyata bagi AWS dalam berinovasi untuk meningkatkan efisiensi daya adalah berinvestasi pada chip AWS. Instans komputasi EC2 yang didukung oleh prosesor ARM Graviton3 menggunakan energi hingga 60 persen lebih sedikit dibandingkan instans EC2 berbasis x86 yang sebanding.

Kami berkomitmen untuk menjalankan bisnis kami secara berkelanjutan dengan mendayai operasi kami menggunakan 100 persen energi terbarukan pada 2030, dan saat ini kami sudah berada di jalur yang tepat untuk mencapainya pada 2025.

Amazon baru-baru ini mengumumkan proyek energi terbarukan pertamanya di Indonesia di mana Amazon membeli 210 MW energi hijau dari BUMN listrik Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebagai perjanjian pelopor yang membuka lebih banyak opsi pengadaan energi bagi konsumen perusahaan di Indonesia, prakarsa PLN ini akan membawa Indonesia kian dekat ke targetnya mewujudkan 23 persen bauran energi terbarukan pada 2025.

AWS juga berkolaborasi dengan organisasi-organisasi seperti Water.org di Indonesia untuk membantu bank komunitas milik daerah memperoleh pembiayaan, memperluas infrastruktur, dan meningkatkan akses ke sumber air. Upaya kami telah menciptakan dampak bagi lebih dari 35.000 orang yang tinggal di Bekasi dan Karawang di Jawa Barat, Indonesia.

AWS berkomitmen untuk menjadi inti dari digital Indonesia melalui manusia dan teknologi dengan memeratakan akses dan distribusi teknologi untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia, mengembangkan angkatan kerja Indonesia, serta mendorong penciptaan dampak sosial dan keberlanjutan bagi bisnis, pelanggan, mitra, dan lingkungan kami.