Kini kita mulai dikenalkan dengan sebuah profesi baru yang menarik bernama “Youtuber”. Youtuber yang dimaksud sebagai pembuat konten pada platform digital Youtube. Ini adalah jenis videografer yang membuat video untuk situs web atau organisasi.

Sebanyak 92 persen pengguna media digital di Indonesia melihat media sosial Youtube. Memperhatikan topik, bahasa, video, dan audio, berkarya di platform tersebut dapat menghasilkan uang.

Menyikapi hal itu, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital menggelar webinar dengan tajuk “Tips dan Trik Menjadi Youtuber Positif dan Produktif”. Webinar yang digelar pada Jumat, 6 Agustus 2021, diikuti oleh sejumlah peserta secara daring.

Dalam forum tersebut hadir Aina Masrurin (Media Planner Ceritasantri.id), Daru Wibowo (marketing consultant), Andika Renda Pribadi (Kaizen Room), Krisna Murti SIKom MA (Tenaga Pengajar FISIP Universitas Sriwijaya, IAPA), dan Qausar Harta Yudana (aktor dan filmmaker) selaku narasumber.

Dalam pemaparannya, Daru Wibowo menyampaikan informasi bahwa kita harus menjadi Youtuber yang beretika. Untuk melakukan hal tersebut, pertama kali perlu menentukan tujuan menjadi seorang Youtuber dan juga konten yang akan dibuat dan dibagikan. Pastikan keduanya bersifat positif dan bermanfaat bagi masyarakat digital Indonesia.

Ingat, jangan pernah posting hanya demi likes atau views. Pelajari dan pahami aturan yang ada di YouTube agar tidak terjerat masalah hukum. Adapun etika yang perlu diimplementasikan, seperti selalu menciptakan konten yang orisinal, sebutkan sumbernya secara jelas, jangan menyinggung SARA, jangan menyerang orang atau brand lain, dan selalu bersikap jujur.

“Catatan tips sebelum jadi Youtuber yaitu pilih spesialisasi atau talenta yang akan menjadi kekhususan, ciptakan ide kreatif dan jitu, gunakan nama channel unik yang bisa berdasar pada manfaat, segmen, proses, tujuan, atau kluster, dan pastikan berkesinambungan dalam menghasilkan konten,” kata Daru.

Qausar Harta Yudana selaku narasumber Key Opinion Leader juga mengatakan, kini orangtua dan anak harus pintar dalam berliterasi digital. Langkah pertama bagi orangtua adalah mengetahui masalah Instagram atau Youtube dalam dunia digital sehingga bisa membimbing anaknya yang bercita-cita menjadi seorang Youtuber atau influencer.

Kedua, hal yang harus dilakukan adalah melihat potensi anak cocoknya di bidang apa, misal bermain musik atau bermain gim dan lain-lain. Baginya, itu sudah menjadi sebuah starting point untuk membuat konten di Youtube. Manurutnya, orangtua memang harus pintar dalam melihat dan mendidik perkembangan anak tersebut.

Salah satu peserta bernama Liana Putri berpendapat, masyarakat sekarang sudah biasa memviralkan segala macam informasi, entah informasi unik atau lucu dan sebagainya. “Bagaimana dengan perilaku seperti itu, bisakah dan perlukah diadakan pembatasan atau pemantauan lebih untuk hal seperti itu? Mengingat itu banyak manfaat akan tetapi banyak pula mudharatnya.”

Andika Renda Pribadi menjawab, selama kita sering menonton video itu, mereka akan melakukan hal serupa agar menjadi viral. Dari segi etika, hal itu tidak boleh karena bisa berdampak negatif pada masyarakat luas. “Baiknya mulai untuk berhenti dari diri kita sendiri agak tidak semakin memviralkan suatu informasi yang negatif atau tidak bermanfaat dan tidak jelas sumbernya, karena bisa saja tergolong hoaks.”

Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui akun Instagram @siberkreasi.dkibanten.

Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, mengingat program literasi digital ini hanya akan sukses mencapai target 12,5 juta partisipan jika turut didukung oleh semua pihak yang terlibat. [*]