Pameran kuliner Bank Jateng Pawone sukses menjadi ajang untuk mempromosikan beragam produk lokal buatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Tanah Air. Dlizfood Borobudur menjadi salah satu usaha yang unjuk gigi dalam ajang tersebut.

Sebagai informasi, Bank Jateng Pawone merupakan bagian dari rangkaian Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng. Dalam kesempatan tersebut, Dlizfood Borobudur memperkenalkan aneka minuman yang diolah dari rempah herbal, di antaranya wedang rempah, wedang telang, dan wedang uwuh.

Untuk diketahui, wedang uwuh merupakan salah satu minuman tradisional yang telah eksis sejak Kerajaan Mataram Islam masih berdiri pada abad ke-17. Dulunya, wedang uwuh hanya disajikan kepada raja-raja di Mataram. Seiring berjalannya waktu, minuman tersebut mulai dinikmati oleh masyarakat umum. Hal itu bertahan sampai sekarang.

Selain itu, minuman herbal memang sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai obat. Melansir artikel Kompas.com, minuman herbal, seperti jamu, bahkan sudah dikonsumsi sejak zaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan adanya batu pipisan untuk menghaluskan biji-bijian dan tanaman untuk membuat jamu. Batu tersebut tersimpan di Museum Nasional, Jakarta.

Pendiri Dlizfood Borobudur Elisa Anggraeni mengatakan, salah satu yang membuat wedang uwuh buatannya istimewa adalah penggunaan rempah-rempah pilihan yang diproduksi dengan mesin pengering berstandar SNI. Tujuannya agar rasanya lebih nikmat, khasiatnya tetap terjaga, dan kering sempurna.

“Rasa dari minuman herbal yang saya jual memberikan rasa yang unik, sekaligus berkhasiat bagi kesehatan,” ujar Elisa dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.id, Kamis (19/10/2023).

Menurut keterangan Elisa, awal pendirian Dlizfood Borobudur tidak mudah. Ia harus menawarkan produknya secara door to door ke rumah tetangganya. Seiring waktu, Elisa mulai mempelajari strategi untuk mempromosikan produknya melalui media sosial. Tak disangka, usahanya ini membuahkan hasil. Produk dari Dlizfood Borobudur kini sudah dijual ke seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri, seperti Belanda, Hongkong, dan Italia.

Meski kerap kesulitan untuk mengatur proses produksi akibat pesanan yang terlalu banyak, Elisa mengaku terus berusaha untuk memperbaiki manajemen waktu agar dapat melayani pesanan pelanggan secara maksimal.

Membantu pengembangan bisnis

Keikutsertaan Dlizfood Borobudur pada Bank Jateng Pawone 2023 diakui Elisa membantu pengembangan bisnisnya. Alasannya beragam.

Pertama, ia dapat memperkenalkan produk-produknya kepada masyarakat. Meski produknya sudah dijual ke seluruh Indonesia, masih banyak masyarakat lokal yang belum mengetahui Dlizfood Borobudur. Oleh sebab itu, kegiatan tersebut membantu meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) kepada para pelanggan.

Kedua, ilmu yang bermanfaat. Selama penyelenggaraan Bank Jateng Pawone, Elisa dan pelaku UMKM lainnya memperoleh pelatihan mengenai cara memasak dan mengatur plating, serta pengetahuan usaha kuliner dari para chef  berpengalaman. Pelatihan tersebut juga mengajarkan ilmu manajemen waktu dan keuangan.

“Saya berharap dapat menerapkan ilmu-ilmu yang sudah diterima agar usaha yang saya rintis dapat berkembang menjadi lebih besar, omzet meningkat, serta dapat menyejahterakan karyawan,” kata Elisa.

Jika tertarik untuk mencoba produk minuman herbal buatan UMKM milik Elisa, Anda dapat mengunjungi Dlizfood Borobudur di Jalan Jowahan RT 001 RW 004, Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Anda juga dapat membeli produknya secara daring di e-commerce Shopee.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi media sosial Instagram @dlizfood atau menghubungi melalui Whatsapp di nomor +6282136768587. [Agis Maulana]

Artikel ini merupakan kerja sama Bank Jateng dan Harian Kompas untuk Pawone dalam Borobudur Marathon 2023.