Pilihan Wisata Eropa Dari Keukenhof Menuju Roma

Ayo, bersiap kembali untuk jalan-jalan. Bila tersedia dana dan cukup waktu, sesekali bolehlah memilih wisata Eropa. Benua ini ibarat mal yang menyuguhkan beragam keindahan, baik yang natural maupun buatan.

Keukenhof

Keukenhof boleh menjadi tujuan pertama wisata Eropa Anda. Taman musim semi bersejarah ini dibangun pada 1857 sebagai bagian dari Istana Keukenhof. Setidaknya ada 50.000 bibit bunga yang pada 2 lapisan untuk memunculkan mosaik bunga yang sangat romantis. Tempat ini telah menyandang predikat sebagai The Largest Flower Garden in Europe, The Most Photographed Place in the World, dan Europe’s Most Valued Attraction.

Di Belanda, bunga tulip baru dikenal pada 1594. Seorang ahli botani bernama Carolus Clusius dihadiahi beberapa potong bibit tulip oleh Duta Besar Konstantinopel, Oghier Ghislain de Busbecq. Bibit ini lalu disemai Clusius di Hortus Botanicus of Leiden, Belanda, yang menjadi taman botani tertua di Eropa.

Pemanfaatan Taman Keukenhof secara resmi sebagai taman koleksi dan pameran bunga pertama kali diinisiasi Wali Kota Lisse pada 1949. Tujuan awalnya, menjadi ajang bagi para petani bunga di seluruh Belanda dan bahkan Eropa yang ingin memamerkan hasil budi dayanya, terutama tulip. Secara ekonomi, ini bisa mendongkrak sektor bisnis dan ekspor mereka.

Hal itu ternyata malah menjadi acara tahunan yang ditunggu-tunggu dan mengundang perhatian banyak pengunjung dari seluruh penjuru dunia. Taman Keukenhof pun menjadi sohor hingga saat ini.

Pada 2019, Festival Keukenhof akan berlangsung mulai 21 Maret hingga 19 Mei. Taman akan dibuka setiap hari pada pukul 08.00–19.30 waktu setempat. Loket akan tutup pukul 18.00. Keukenhof berlokasi di Lisse, antara Amsterdam dan The Hague, di jantung kota Bollenstreek (Bulb Region).

Menurut sejumlah sumber, setiap tahun mengalir 1 juta wisatawan dari 100 negara ke Keukenhof. Sebanyak 75 persen pengunjung Keukenhof meru­pakan wisatawan asing. Di Keukenhof, pengunjung seakan-akan seperti berada di lautan bunga.

Tema Keukenhof selalu berbeda setiap tahunnya. Keukenhof menggelar “pertunjukan” lebih dari 30 jenis bunga setiap minggunya, mulai dari tulip, mawar, anggrek, daffodil, hingga lili. Di dalamnya terdapat lima paviliun berbentuk rumah kaca.

Paviliun Juliana mengangkat tema taman, Paviliun Beatrix memamerkan koleksi anggrek, Paviliun Oranje Nassau menyajikan koleksi tulip, serta Paviliun Willem Alexander dan Paviliun Wilhelmina menghamparkan lili. Selain itu, terdapat kincir angin agar pengunjung bisa melihat pemandangan seluruh taman dari atas. Ada juga perahu yang akan mengantar pengunjung mengelilingi taman dan padang bunga. Keren sekali.

Danau Titisee

Dari Belanda, kita bisa bergeser ke Paris, Perancis. Di Paris, datangi Place de la Concorde, gerbang kemenangan Arc de Triomphe, Champs de Elysèes, Katedral Notre Dame, dan Menara Eiffel. Ini akan menjadi pengalaman seru saat melakukan wisata Eropa.

Dari Paris, perjalanan bisa dilanjutkan ke wilayah Jerman selatan. Kita akan sampai di Danau Titisee yang berada di ketinggian 858 meter di atas permukaan laut. Danau ini dalamnya mencapai 40 meter. Letaknya berada di antara lereng hutan Black Forest Feldberg dan Hochfirst. Danau Titisee sudah banyak dikunjungi wisatawan sejak awal abad ke-20. Di sekitarnya sudah banyak berdiri resor dan hotel.

Wisata Eropa Dari Keukenhof Menuju Roma

Foto-foto: Shutterstock.com

Jangan lupakan Zurich dalam daftar wisata Eropa Anda.  Di sana, Anda bisa mengecap atmosfer kota post-industrial, serta sungai dan danau yang menjadi latar atraktif. Kita juga bisa “mendaki” Gunung Titlis dengan menggunakan cable car untuk menatap pemandangan salju abadi.

Jika masih ada waktu, singgahlah juga di Roma, Italia, untuk menatap kemegahan Basilika Santo Petrus di Vatikan. Termasuk mengunjungi Sungai Tiber, Monumen Vittorio Emmanuelle, atau melempar koin di air mancur Trevi.

Beragam destinasi Eropa tadi bisa dinikmati bersama Bayu Buana Travel Services. Ini adalah biro perjalanan yang telah berpengalaman menemani para turis untuk jalan-jalan secara menyenangkan. [*]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 31 Januari 2019.

Leave a Comment