Cerita Peradaban Kuno dari Kawasan Tepi Mediterania

Kawasan Mediterania menjadi titik penting dalam permulaan peradaban Eropa. Pada masanya, kawasan ini menjadi jalur strategis yang sibuk dengan kegiatan perdagangan dan pertukaran budaya antara Mesir, Yunani Kuno, Romawi Kuno, dan Timur Tengah.

Jejak peradaban kuno itu kini terserak di beberapa negara. Sebagian masih terpelihara dengan baik, membingkai cerita perjalanan yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengajak setiap pelancong menjelajahi ruang waktu bersejarah. Tunisia, Malta, dan Siprus pun menyajikannya dengan cantik, menjadi rangkaian perjalanan yang selalu diminati para avontur.

Dari Jakarta, perjalanan diawali dengan melaju ke Tunis, Tunisia, yang menyajikan berbagai keunikan. Diawali dari Carthage, kota kuno yang dulunya menjadi wilayah terkaya di Mediterania, selanjutnya menuju Sidi Bou Said, kota kecil yang begitu cantik dengan bangunan-bangunan berwarna putih-biru dengan pemandangan langsung ke arah Teluk Carthage. Kota Sousse di pesisir timur Tunisia yang terkenal dengan keindahan pantainya dan kekayaan budaya pun menjadi pemberhentian berikutnya.

Tunisia juga memiliki colloseum terbesar ketiga di dunia dan dibangun pada abad ke-3, yang dapat ditemui di Kota El Jem. Dari sini, perjalanan biasanya dilanjutkan menuju Matmata untuk mengunjungi spicy market dan melihat langsung area permukiman penduduk yang tinggal di dalam gua dan menjadi lokasi syuting film Star Wars yang disebut troglodyte house.

Tidak hanya di wilayah troglodyte house, syuting film legendaris itu juga mengambil lokasi di Ong Jemel, yang berada di tengah gurun pasir sehingga untuk mencapainya perlu menggunakan mobil Jeep 4×4. Selanjutnya menuju Kairouan, kota yang berdiri sejak 670 dan menjadi situs warisan dunia UNESCO dengan melewati titik-titik pemberhentian yang tak kalah memukau seperti The Great Mosque, The Medina, dan The Sidi Sahbi Mauseoleum yang terkenal dengan keindahan keramiknya.

Selepas perjalanan dari bagian utara Tunisia ini, perjalanan berlanjut ke Malta. Pulau yang padat penduduk, tetapi tetap menyisakan keindahan dan menyimpan sisa-sisa kejayaan peradaban kuno.

Di antaranya adalah Upper Barakka Garden yang dibangun pada 1661, di Valletta. Di kota ini juga terdapat Grand Harbour, pelabuhan yang telah digunakan sejak masa pemerintahan Punisia, Valletta Waterfront yang cantik, dan St John’s Co Cathedral. Pengunjung juga diajak menggunakan kapal nelayan untuk menuju Birgu, kota benteng dengan pemandangan cantik, terutama saat senja.

Malta juga membawa pengunjung berwisata pesiar menuju pulau Gozo untuk mengunjui Azure Window yang menyajikan pemandangan laut yang begitu cantik, Kuil Ggantija yang berasal dari masa megalitikum, melihat kumpulan air garam di laut yang membentuk pola geometris di tepi pantai (saltpans), formasi batuan pantai yang uni di Dwejra, dan rehat sejenak di Xlendi untuk sekadar berenang di pantai, snorkeling, dan mandi matahari.

Tidak lupa mampir ke Popeye Village, yang menjadi tempat lahirnya inspirasi animasi Popeye yang amat terkenal. Perjalanan ke Malta juga belum lengkap jika tak menyusuri Blue Grotto (Gua Biru) dengan keindahannya yang tak kalah memikat dengan gua biru di Italia.

Selepasnya, rute terakhir pun berlanjut ke Siprus. Di sini, wisatawan umumnya akan mengunjungi Masjid Halla Sultan Tekke, lalu menuju Larnaca Salt Lake yakni danau garam yang panjangnya lebih dari 2,2 kilometer, Gereja St Lazarus, dan wilayah Foinikoudes yang terkenal dengan keindahan pantainya.

Siprus memperlihatkan sisi lain dari kehidupan Mediterania yang bisa disimak dari Paphos, yang menurut legenda merupakan rumah dewi kecan­tikan dan cinta. Perjalanan menuju Paphos pun tak kalah menarik, dengan melewati Kastel Kolossi dan Commandaria Wine Area yang terkenal dengan produksi minuman anggur lokal, serta Gereja Panayia Chrysopolitissa yang berasal dari abad ke-13. Selanjutnya menuju Kourion untuk mengunjungi Greco-Roman amphitheatre dan Tombs of the King.

Kota terbesar di Siprus, Nikosia yang juga dikenal dengan nama Lefkosia, mengajak setiap orang melihat Venentian Walls yang dibangun pada abad ke-16, gerbang Famagusta, Cathedral of St John the Evangelist, serta museum arkeologi. Perjalanan pun ditutup dengan berbelanja di Ledra Street atau menuju Ermou Street. Rangkum semua keseruan berwisata ini bersama ATS Vacations. [ADT]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 31 Januari 2019.

Leave a Comment