Sebagian negara di beberapa wilayah bumi ini mengalami empat musim. Salah satu musim yang sering ditunggu-tunggu adalah musim semi. Untuk dapat menikmati suasana dan keindahan musim semi, Jepang, Turki, dan Belanda menjadi tiga negara yang sering dituju oleh wisatawan.

Full bloom sakura di Jepang

Musim semi di Jepang berlangsung sejak Maret hingga Mei. Musim ini dianggap menjadi musim yang paling nyaman di negeri ini. Musim semi menjadi waktu untuk Hanami, yaitu acara melihat pohon cherry/sakura yang sedang mekar yang diadakan di berbagai tempat yang berbeda di seluruh negeri.

Di Tokyo, wisatawan dapat mengunjungi mengunjungi Taman Nasional Shinjuku Gyoen. Ini merupakan taman terbesar dan terkenal untuk melihat bunga sakura di ibu kota Jepang ini. Shinjuku Gyoen terletak di antara wilayah Shinjuku dan wilayah Shibuya. Dengan luas 58,3 hektar dan lokasinya yang dekat dengan Stasiun Shinjuku, taman ini menjadi favorit banyak warga Jepang, termasuk wisatawan asing.

Selain di Shinjuku Gyoen, mekaran bunga sakura dapat juga ditemukan di Taman Ueno. Taman ini merupakan tempat Hanami yang disukai oleh rakyat sejak ke-16. Di dalam taman seluas 538.000 meter persegi ini terdapat sekitar 1.200 pohon sakura yang berpusat di jalan tengah taman. Taman Ueno buka pukul 05.00–23.00.

Dari Tokyo beralih ke Yamanashi untuk melihat bunga-bunga bermekaran di pinggiran Danau Kawaguchi, tepatnya di Taman Oishi. Dari taman itu, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Gunung Fuji dan Danau Kawaguchi. Dari awal April sampai akhir Mei, bunga Moss phlox terhampar seperti karpet merah muda.

Pesona tulip di Turki

Jika Jepang terkenal dengan bunga sakura/cherry blossom-nya, Turki ternama akan keindahan bunga tulip. Taman Emirgen menjadi lokasi ternama di negeri ini untuk dapat melihat pesona bunga tulip yang mekar. Diperkirakan ada lebih 30 juta batang bunga tulip tumbuh di taman yang berlokasi dekat dekat Bosphorus di Sariyer, tidak jauh dari jembatan kedua selat Bosphorus.

Bunga tulip merupakan bunga nasional Turki. Motif-motif bunga tulip sudah sejak lama banyak dipakai dalam seni ornamen Turki dan Persia. Turki jugalah yang pertama kali menanam bunga tulip ini di kebun Sultan Mehmed II yang berkuasa pada 1451–1481.

Tulip pada mulanya merupakan bunga liar di daratan Asia Tengah, tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir dan pegunungan Hindu Kush dan stepa di Kazakhstan. Karena keindahannya dan kecantikannya, bunga tulip kemudian mampu memikat Kerajaan Ottoman, Turki, sehingga pada 1080 mereka mulai membudidayakannya.

Festival Keukenhof Belanda

Belanda juga menghadirkan keindahan bunga tulip menjadi salah satu kekhasan negara ini. Oleh karena itu, setiap tahun negeri ini menggelar Festival Keukenhof untuk dapat dinikmati penjuru dunia. Meski demikian, bukan hanya tulip yang memperlihatkan keindahannya, ada juga jenis bunga lain, seperti daffodil dan hyacinth yang tersebar di seluruh penjuru taman.

Keukenhof merupakan taman bunga yang terletak di Lisse, Belanda. Luasnya mencapai 32 hektar. Di Belanda, tulip baru dikenal pada 1594. Seorang ahli botani bernama Carolus Clusius dihadiahi beberapa potong bibit tulip oleh Duta Besar Konstantinopel, Oghier Ghislain de Busbecq, yang kemudian oleh Clusius ditanam di Hortus Botanicus of Leiden, Belanda, taman botani tertua di Eropa.

Apabila Anda ingin menikmati musim semi di salah satu negara tersebut, Anda dapat memilih Panorama JTB Tours. Dengan berbagai paket wisata musim semi yang menarik, tentunya akan memberikan Anda pengalaman liburan musim semi yang tiada duanya.

Selain itu, kehadiran tour leader yang profesional dan selalu mengutamakan personal touch ke setiap pesertanya membuat perjalanan wisata Anda berjalan layaknya “bersama sahabat terbaik”. Panorama JTB Tours juga mempersiapkan itinerary wisata dengan pasti dan bertanggung jawab. Bersama Panorama JTB Tours, “Relax… You’re with Us, Your Holiday Specialist”. [*/ACH]

Foto: Shutterstock/Benny Marty

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 6 Desember 2018.

Leave a Response