GO-JEK Berikan Apresiasi bagi Para Atlet Berprestasi di Asian Games 2018

Sejalan dengan semangat #AnakBangsaBisa, GO-JEK sebagai penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terdepan di Indonesia mengundang perwakilan atlet yang berhasil menyabet emas di pesta olahraga terbesar Asia ke kantor GO-JEK Indonesia, di Jakarta, untuk berbagi cerita sukses mereka.

Sejumlah perwakilan mitra pengemudi GO-JEK dan mitra GO-LIFE ikut serta dalam acara ini, Kamis (6/9). Rasa penasaran dan kagum terpancar dari ekspresi mereka saat menyimak cerita-cerita para atlet berprestasi ini.

Hadir pada acara Sesi Berbagi Prestasi #AnakBangsaBisa ini, Chief of Corporate Affairs GO-JEK Indonesia Nila Marita, mengatakan, “Di GO-JEK, kami percaya bahwa kerja keras dapat menciptakan perubahan positif bagi sesama. Selain itu, semangat tinggi seseorang untuk berprestasi dan meraih yang terbaik dapat menjadi inspirasi dan membawa manfaat positif bagi banyak orang.”

foto: dokumen GO-JEK

Dalam kesempatan ini pula, mewakili GO-JEK Indonesia, Nila mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para atlet yang telah menyumbangkan emas serta membuktikan bahwa #AnakBangsaBisa mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga terbesar di Asia ini.

“Kami berharap prestasi membanggakan dari para atlet ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh  masyarakat Indonesia terutama anak muda di berbagai penjuru tanah air. Kami juga berharap pencapaian luar biasa ini dapat semakin mengobarkan semangat para mitra kami dan semua yang ada dalam ekosistem GO-JEK untuk selalu berbuat yang terbaik bagi keluarga dan bangsa,” tambah Nila.

Gratis GO-JEK dan GO-LIFE setahun

GO-JEK juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan layanan gratis GO-JEK dan GO-LIFE selama satu tahun ke para atlet berprestasi tersebut. Layanan ini meliputi saldo GO-PAY, voucher GO-LIFE serta poin loyalty GO-POINTS.

Sebelumnya, masih dalam rangkaian prestasi para atlet yang berlaga di pesta olahraga Asia, GO-JEK juga memiliki program spesial berupa fitur di aplikasi GO-JEK yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengirimkan karangan bunga kepada atlet pemenang emas favoritnya.

Program tersebut dihadirkan untuk memberikan semangat kepada para atlet sekaligus mengapresiasi prestasi mereka. Respon dari masyarakat pengguna aplikasi GO-JEK sangat luar biasa. Terdapat lebih dari 97 ribu submission untuk berpartisipasi dalam memberikan karangan bunga kepada seluruh pemenang medali emas. Hal ini mencerminkan antusiasme yang tinggi serta rasa bangga bahwa #AnakBangsaBisa membawa harum nama Indonesia di kancah internasional.

Prestasi menjadi inspirasi positif

Dalam acara ini, hadir atlet ganda campuran tenis Aldila Sutjiadi dan Christopher Benjamin Rungkat, serta atlet sepeda gunung Tiara Andini Prastika sebagai pembicara pada Sesi Berbagi Prestasi #AnakBangsaBisa.

Sebagai salah satu penerima emas dari kontingen Indonesia, Christopher Benjamin Rungkat merasa bahwa perjuangannya selama ini berbuah manis dengan memboyong emas ke-10 untuk Indonesia dalam cabor tenis di nomor ganda campuran bersama rekannya, Aldila Sutjiadi. Petenis yang juga akrab disapa Christo ini pada SEA Games 2011, Christo juga berhasil membawa tiga emas untuk Indonesia serta sempat menembus menempati Top 100 dunia dalam peringkat ATP.

Pria yang pernah tampil pada Australia Terbuka dan Wimbledon ini berharap bahwa semakin banyak anak muda Indonesia yang berkompetisi untuk meraih mimpi yang tentunya dibarengi dengan niat dan tekad yang teguh. Ambisi Christo selanjutnya adalah #AnakBangsaBisa mengharumkan nama Indonesia di dua turnamen grandslam kelas dunia, yaitu Amerika Serikat Terbuka dan Prancis Terbuka.

Senada dengan Chisto, Aldila Sutjiadi berbagi cerita bahwa prestasi ini merupakan bentuk kemenangan dari sebuah perjalanan panjang. Aldila yang sudah menjuarai kejuaraan tenis internasional sejak usia 14 tahun bahkan tidak berhenti untuk belajar dan berlatih.

Melalui beasiswa penuh di jalur tenis yang diterimanya dari Universitas Kentucky, Amerika Serikat jurusan Matematika Ekonomi, Aldila mengaku bahwa prestasi ini adalah bentuk nyata untuk menjadikan tenis Indonesia berjaya kembali. Setelah Yayuk Basuki, tenis Indonesia vakum cukup lama dan belum memiliki generasi baru yang dapat membangkitkan prestasi tenis Indonesia di mata dunia.

Emas ke-10

Sementara itu, atlet sepeda gunung downhill putri yang telah memberikan emas ke-10 untuk Indonesia, Tiara Andini Prastika berbagi bahwa dirinya sempat mengalami cedera di jari telunjuk tangan kanan saat mengikuti Kejuaraan Asia 2017. Namun, atlet yang percaya bahwa kunci kemenangan itu kerja keras, berdoa, dan tampilkan yang terbaik ini mampu bangkit dengan prestasi yang gemilang di pesta olahraga terbesar di Asia.

“Kami percaya kisah keberhasilan seseorang dapat membawa manfaat positif bagi banyak orang. Kami berharap kisah kesuksesan dan perjuangan mereka dapat menginspirasi dan memacu semangat anak bangsa untuk semakin berkarya dalam mengharumkan nama Indonesia,” tutup Nila. [*]

Leave a Comment